Beranda Pemerintah Pemkot Cirebon Benahi Drainase Jalan Tentara Pelajar dan Pancuran, Targetkan Aliran Air...

Pemkot Cirebon Benahi Drainase Jalan Tentara Pelajar dan Pancuran, Targetkan Aliran Air Lebih Lancar

0
17
Wali Kota Cirebon Effendi Edo Tinjau Drainase Jalan Tentara Pelajar dan Pancuran. Kris

INAPOS, KOTA CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon terus melakukan upaya penanganan genangan air yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat saat hujan. Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari pembangunan drainase baru di Jalan Tentara Pelajar hingga penanganan saluran air yang tersumbat di kawasan Pancuran.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, meninjau langsung progres pekerjaan di kedua lokasi tersebut, Senin (13/10/2026). Dalam peninjauan itu, ia didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), camat, lurah, serta perwakilan RW setempat untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Di Jalan Tentara Pelajar, Pemkot Cirebon tengah membangun saluran drainase baru sepanjang kurang lebih 125 meter. Saluran tersebut dirancang untuk mengarahkan aliran air dari jalan menuju Sungai Cigeujeng sehingga genangan di badan jalan dapat dikurangi.

Effendi Edo menjelaskan, pembangunan drainase baru menjadi langkah awal untuk mengatasi persoalan aliran air di kawasan tersebut. Menurutnya, penanganan genangan harus dimulai dengan memastikan air memiliki jalur pembuangan yang memadai.

“Di Jalan Tentara Pelajar ini sebelumnya belum ada drainase yang memadai. Sekarang kita bangun saluran baru agar air dari jalan bisa langsung dialirkan ke Sungai Cigeujeng. Harapannya, air tidak lagi tertahan di jalan dan genangan bisa kita kurangi,” ujar Edo.

Selain membangun drainase, Pemkot Cirebon juga mendorong revitalisasi dan pembersihan Sungai Cigeujeng agar aliran air semakin lancar. Pemerintah menilai, pembangunan saluran tidak akan optimal apabila kondisi sungai sebagai jalur aliran air masih mengalami hambatan.

Edo mengatakan, dirinya telah berkomunikasi dengan perwakilan RW setempat agar masyarakat ikut berpartisipasi menjaga kebersihan sungai dan mendukung penanganan genangan.

“Kita ingin penanganannya tidak berhenti pada pembangunan drainase saja. Sungainya juga perlu kita benahi dan bersihkan. Saya sudah berkomunikasi dengan Bu RW agar masyarakat bisa ikut membantu. Pemerintah bergerak, masyarakat juga ikut menjaga, sehingga hasilnya bisa dirasakan bersama,” tuturnya.

Untuk mendukung pembersihan sungai, Pemkot Cirebon berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), terutama terkait kebutuhan peralatan. Salah satu peralatan yang tengah diupayakan adalah alat berat amfibi berukuran kecil yang dapat menjangkau alur sungai dengan akses terbatas.

Penggunaan alat yang sesuai diperlukan karena kondisi lapangan tidak memungkinkan semua jenis alat berat digunakan. Dengan dukungan peralatan tersebut, proses pengerukan diharapkan lebih efektif dan mampu memperlancar aliran air menuju saluran pembuangan.

Effendi berharap pekerjaan drainase dan pembersihan sungai dapat segera dilakukan, khususnya sebelum intensitas hujan meningkat. Meski demikian, ia menegaskan pekerjaan harus tetap berjalan meskipun hujan turun karena penanganan genangan menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.

Selain meninjau Jalan Tentara Pelajar, Effendi Edo juga memantau perkembangan penanganan saluran air di kawasan Pancuran. Pekerjaan tersebut dilakukan untuk mengatasi penyumbatan yang selama ini menghambat aliran air.

Bersama jajaran DPUTR dan unsur kewilayahan, Effendi melihat langsung progres pekerjaan yang telah dilakukan sejak pekan sebelumnya. Penanganan juga mencakup upaya memperlancar aliran air hingga ke bagian bawah jalur rel kereta api dengan melibatkan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Alhamdulillah, sudah ada progres dari pekerjaan yang dilakukan pekan lalu. Kita berharap saluran di kawasan Pancuran bisa kembali lancar. Memang kita belum bisa menyelesaikan seluruh persoalan banjir sekaligus, tetapi paling tidak kita berupaya agar genangan tidak bertahan terlalu lama dan air bisa lebih cepat surut,” kata Effendi.

Ia menjelaskan, penyelesaian titik-titik penyumbatan menjadi salah satu prioritas agar aliran air tidak kembali tertahan ketika hujan turun. Pemkot Cirebon menargetkan penanganan saluran tersumbat di kawasan Pancuran dapat diselesaikan dalam pekan ini, dengan tetap mempertimbangkan kondisi teknis di lapangan.

Menurut Edo, persoalan genangan membutuhkan penanganan berkelanjutan dan koordinasi lintas pihak. Pemerintah tidak hanya berfokus memperbaiki jalan setelah terdampak genangan, tetapi juga berupaya membenahi sistem drainase agar masalah serupa dapat dikurangi sejak sumbernya.

Melalui pembangunan drainase sepanjang 125 meter di Jalan Tentara Pelajar, pembersihan Sungai Cigeujeng, serta penanganan saluran air di kawasan Pancuran, Pemkot Cirebon berharap aliran air semakin lancar dan dampak genangan terhadap aktivitas warga dapat diminimalkan.

Edo menegaskan, pemerintah akan terus memantau perkembangan pekerjaan dan mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar upaya penanganan drainase memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Cirebon.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini