Jumat, April 17, 2026

HeadlineHukum

Akhirnya, Polda Metro Ungkap Kematian ADP

INAPOS, JAKARTA,- Misteri kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) inisial ADP yang tewas di kamar kosnya, akhirnya diungkap Polda Metro Jaya (PMJ)

ADP yang tewas di kamar kos daerah Menteng, Jakarta Pusat yang terus menjadi teka-teki itu. PMJ akhirnya menyatakan tidak ada keterlibatan orang lain dalam tewasnya korban.

Kasus kematian ADP menyita perhatian publik sejak jasadnya pertama kali ditemukan pada 8 Juli silam. Selama hamper tiga pekan, polisi melakukan penyelidikan dengan melibatkan sejumlah ahli.

Hasil penyelidikan itu, pada Selasa (27/7/2025) diumumkan oleh PMJ bahwa korban diduga meninggal bunuh diri.

“Indikator daripada kematian daripada ADP ini mengarah pada indikasi meninggal tanpa keterlibatan pihak lain,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra kepada media.

Dugaan korban bunuh diri ini juga dikuatkan dengan temuan surel (email-red) ADP 12 tahun lalu. Surel itu berisi pesan bunuh diri.

Temuan Email soal Bunuh Diri

ADP ditemukan tewas dengan kondisi wajah dililit lakban. Polisi mengungkap hasil pemeriksaan terhadap riwayat digital pada perangkat seluler ADP.

“Pada perangkat seluler handphone di mana perangkat tersebut aktif pertama, berdasarkan riwayat device, handphone itu aktif pertama 29 Juli 2019 kemudian terakhir digunakan komunikasi 20 September 2022,” kata anggota tim Ditressiber Polda Metro, Ipda Saji Purwanto, dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (29/7/2025).

Dia mengatakan ada riwayat pengiriman email yang digunakan pengguna handphone ke salah satu badan amal yang menyediakan layanan dukungan terhadap orang dengan perasaan putus asa dan dapat menyebabkan bunuh diri. Dia mengatakan email itu pertama kali dikirim pada 2013.

“Kami menemukan sebanyak dua segmen. Segmen pertama di tahun 2013 dimulai dari tanggal 20 Juni 2013 sampai dengan 20 Juli 2013, di situ sudah saya sampaikan ke penyidik yang menangani. Pada intinya adalah menceritakan tentang alasan ada keinginan untuk bunuh diri,” ujarnya.

Dia menyebut ada juga email yang dikirim pada 2021. Email itu berisi hal yang sama, yakni keinginan bunuh diri.

8 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *