Kamis, April 16, 2026

Aksi pemadaman listrik di Jakarta, peringati Hari Bumi 2025. Hs
Sosial

Aksi Padamkan Lampu di Jakarta Berhasil Tekan Emisi 297 Ton CO2e pada Peringatan Hari Bumi 2025

INAPOS, JAKARTA.- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperingati Hari Bumi 2025 dengan menggelar aksi pemadaman lampu di berbagai lokasi strategis pada Sabtu (26/4) malam.

Kegiatan yang berlangsung selama 60 menit ini sukses menurunkan emisi karbon hingga 297,77 ton CO2e.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa aksi pemadaman lampu dilakukan serentak mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB.

Lampu penerangan di jalan-jalan protokol, jalan arteri di lima wilayah kota, serta ikon-ikon penting Jakarta seperti Monumen Nasional (Monas), Patung Arjuna Wiwaha, Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Patung Pemuda, dan Patung Jenderal Sudirman turut dipadamkan. Beberapa gedung pemerintahan termasuk Balai Kota DKI juga ikut berpartisipasi.

“Selain memperingati Hari Bumi, aksi ini merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mensosialisasikan target pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada tahun 2030,” ujar Asep.

Berdasarkan data dari PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya), pemadaman lampu ini berhasil menghemat konsumsi listrik sebesar 372 megawatt hour (MWh). Dari penghematan tersebut, diperoleh nilai ekonomis mencapai Rp 538.599.843.

Selain manfaat ekonomis, aksi ini juga berdampak signifikan dalam mengurangi emisi karbon. “Dari kegiatan ini tercatat penurunan emisi karbon sebesar 297,77 ton CO2e,” tambah Asep.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung aksi tersebut. Asep juga menilai, hasil tahun ini menunjukkan penghematan yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Karena dampaknya yang signifikan, Asep berharap aksi serupa tidak hanya dilakukan saat Hari Bumi saja. Ia mendorong agar kegiatan hemat energi menjadi kebiasaan rutin warga Jakarta.

“Langkah sederhana seperti menggunakan alat elektronik hemat energi dan mematikan peralatan listrik saat tidak digunakan bisa berdampak besar jika dilakukan secara massif,” jelasnya.

Dengan konsistensi perilaku hemat energi, Asep optimistis Jakarta dapat menjadi kota yang lebih bersih dan berkelanjutan di masa depan.

 

Reporter: Zaenal

Editor: Redaksi Inapos 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *