Kamis, April 16, 2026

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara resmi melepas 3.500 peserta program Balik Rantau Gratis 2025. Er
Sosial

Gubernur Jateng Lepas 3.500 Pemudik Balik Rantau Gratis: Wujud Kepedulian bagi Perantau

INAPOS, BOYOLALI.- Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara resmi melepas 3.500 peserta program Balik Rantau Gratis 2025 yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Pelepasan dilakukan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, serta secara virtual melalui Zoom dari berbagai titik di Jateng, Kamis (10/4/25).

Program ini memberikan kemudahan bagi perantau, terutama mereka yang bekerja di sektor informal, seperti buruh pabrik, asisten rumah tangga, dan pedagang asongan, untuk kembali ke tempat kerja mereka dengan moda transportasi yang aman dan nyaman tanpa biaya.

Salah satu peserta, Mujiono (43), pemudik asal Boyolali tujuan Bekasi, mengungkapkan rasa syukurnya atas program ini karena dapat menghemat biaya perjalanan yang semakin mahal.

“Empat orang dalam satu keluarga bisa menghemat hingga Rp2 juta. Terima kasih kepada Pemprov Jateng, semoga tahun depan armadanya ditambah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Tari, pemudik asal Sragen tujuan Balaraja, Tangerang, yang mengaku bisa menghemat hingga Rp3 juta.

“Program ini sangat membantu, terutama bagi kami yang memiliki anak dan harus mengatur banyak biaya,” katanya.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan bahwa program ini bukan sekadar fasilitas transportasi, tetapi juga bentuk kepedulian Pemprov Jateng, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai pihak lainnya dalam meringankan beban masyarakat.

“Jawa Tengah adalah pusat arus mudik nasional, sehingga arus balik harus diatur dengan baik agar lebih tertib dan nyaman,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan bahwa program ini melibatkan 41 bus dengan tujuan utama Jakarta, serta delapan bus tambahan untuk tujuan Bandung.

“Total ada sekitar 3.500 peserta dengan armada yang didukung oleh berbagai instansi, termasuk rumah sakit, BUMD, dan pemerintah daerah,” paparnya.

Ke depan, Pemprov Jateng berencana menambah jumlah armada serta meningkatkan koordinasi agar program ini semakin efektif dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa warga Jateng yang merantau tetap mendapatkan akses transportasi yang layak dan terjangkau,” pungkas Gubernur. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *