Aktivis Tantang DPRD Gunakan Dana Pokir untuk Perbaikan Jalan Rusak di Kabupaten Cirebon
INAPOS, KAB CIREBON.- Jalan rusak di wilayah Cirebon Timur kembali menjadi sorotan tajam. Aktivis setempat, H Dade Mustofa, menantang pimpinan DPRD Kabupaten Cirebon untuk mengalokasikan dana pokok-pokok pikiran (pokir) mereka guna memperbaiki infrastruktur jalan yang sudah lama dikeluhkan warga.
Tantangan ini khusus ditujukan kepada Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dr. Sophi Zulfia, dan Wakil Ketua DPRD, Teguh Rusiana Merdeka, yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Wilayah Timur Cirebon (WTC).
Wilayah ini tengah menghadapi berbagai persoalan infrastruktur, terutama jalan rusak yang membahayakan pengguna jalan.
“Saya tantang mereka untuk serius. Buktikan komitmen dengan mengalokasikan dana pokir untuk perbaikan jalan di Cirebon Timur,” tegas Dade, Senin (7/4/25).
Dade mengapresiasi sidak Ketua DPRD ke Jalan Pangeran Sutajaya, Desa Pabuaran Lor, Kecamatan Pabuaran, pada Sabtu (5/4). Namun, ia menilai langkah itu belum cukup.
“Masyarakat butuh aksi nyata, bukan sekadar inspeksi lapangan,” tambahnya.
Kondisi semakin pelik setelah anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk perbaikan jalan dikabarkan mengalami pemangkasan dengan alasan efisiensi.
Menurut Dade, kondisi ini seharusnya menjadi alasan kuat bagi DPRD untuk mengalihkan dana pokir mereka ke infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan rakyat.
“Kalau DAK dipotong, wakil rakyat harus mencari solusi lain. Pokir itu bisa jadi jalan keluar. Masa tidak bisa dialokasikan untuk kebutuhan mendesak masyarakat?” ujar Dade.
Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Cirebon, Dr. Sophi Zulfia, mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk mempercepat perbaikan jalan Pangeran Sutajaya dalam tahun ini.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD, Teguh Rusiana Merdeka, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima banyak keluhan dari warga di Losari, Pabedilan, dan Gebang terkait kondisi jalan rusak.
Ia berjanji akan memperjuangkan anggaran untuk infrastruktur dalam pembahasan APBD 2025.
Kini, tantangan telah dilontarkan. Apakah para wakil rakyat benar-benar akan membuktikan komitmennya atau sekadar memberikan janji manis? Warga Cirebon Timur menunggu realisasi, bukan sekadar wacana. (Ddn)
