Jumat, April 17, 2026

GRC usai audiensi bersama Wali Kota Cirebon, Effendi Edo terkait kenaikan PBB. Foto: Kris
DaerahHeadline

Aspirasi Diterima Wali Kota Cirebon, GRC Batalkan Aksi 11 September

INAPOS, KOTA CIREBON.- Gerakan Rakyat Cirebon (GRC) resmi membatalkan rencana aksi unjuk rasa yang semula akan digelar pada 11 September 2025.

Keputusan itu diambil setelah aspirasi mereka diterima langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, dalam audiensi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Gedung Setda Kota Cirebon, Minggu (24/8/25).

Juru bicara GRC, Reno Sukriano, mengatakan pihaknya hadir memenuhi undangan Wali Kota untuk menyampaikan sejumlah persoalan yang berkembang di masyarakat.

Isu utama yang dibahas ialah penyesuaian tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta optimalisasi kinerja perusahaan daerah.

“Alhamdulillah, hari ini kami hadir dengan niat baik. Fokus kami adalah menyampaikan aspirasi soal PBB-P2 dan perusahaan daerah agar ke depan lebih baik,” ujar Reno.

Menurutnya, seluruh tuntutan yang sebelumnya akan disuarakan dalam aksi sudah tersampaikan dan mendapat respons positif dari Wali Kota.

“Hari ini semua tuntutan kami sudah disampaikan. Insya Allah Pak Wali Kota sanggup melaksanakan, karena itu bagian dari tugas dan fungsi bersama demi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Reno juga menegaskan bahwa GRC berdiri independen dan tidak memiliki kaitan dengan gerakan lain. “Kami berdiri sendiri atas nurani, agar persoalan di masyarakat bisa diselesaikan secara baik bersama pemerintah,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara masyarakat dan pemerintah terus terjalin demi menjaga suasana kondusif di Kota Cirebon. “Kami hanya ingin Cirebon kondusif, aman, damai, dan pembangunan bisnis bisa berjalan maksimal,” tambah Reno.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengapresiasi kehadiran serta masukan yang disampaikan GRC.

“Bagi saya, bisa dikunjungi oleh kawan-kawan GRC adalah sebuah kehormatan. Semua masukan akan jadi perhatian pemerintah,” katanya.

Effendi menegaskan bahwa aspirasi terkait PBB dan isu lainnya akan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan masyarakat.

“Apa yang direncanakan pada 11 September sudah selesai hari ini. Insya Allah aksi dibatalkan karena aspirasi sudah disampaikan,” pungkasnya.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

 

 

5 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *