Banjir Cibogo Waled Tak Kunjung Selesai, Warga Kirim ‘Pesan Keras’ Lewat Spanduk Protes Irigasi Ambitaled Berulang, Irigasi Ambit Diduga Dangkal dan Belum Dinormalisasi
Banjir Cibogo Waled Tak Kunjung Selesai, Warga Kirim ‘Pesan Keras’ Lewat Spanduk Protes Irigasi Ambit
INAPOS, CIREBON – Kekecewaan warga Desa Cibogo, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, terhadap banjir yang terus berulang akhirnya diluapkan melalui aksi pemasangan spanduk protes di sejumlah titik strategis desa. Spanduk tersebut menjadi bentuk peringatan terbuka kepada pihak yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan sumber daya air agar segera menangani persoalan yang dinilai tak kunjung terselesaikan.
Aksi tersebut muncul setelah banjir kembali terjadi usai hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur wilayah tersebut. Air dilaporkan meluap dari aliran irigasi Ambit hingga masuk ke permukiman warga.
Akibatnya, sejumlah rumah terdampak genangan air yang mengganggu aktivitas masyarakat serta menimbulkan kerugian materiil.
Warga menilai kondisi aliran irigasi Ambit yang mengalami pendangkalan dan berkurangnya kapasitas saluran air menjadi salah satu penyebab utama air mudah meluap saat hujan turun. Kondisi tersebut terutama terjadi di titik BBO 5 dan BBO 6 yang, menurut warga, sudah lama membutuhkan penanganan melalui normalisasi saluran irigasi.
Kekecewaan masyarakat semakin memuncak setelah menerima penjelasan dari Yayan, yang disebut sebagai mantri pengairan wilayah Ambit di bawah Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat. Dalam keterangannya kepada warga, ia menyampaikan bahwa normalisasi irigasi Ambit kemungkinan baru akan dilakukan pada April atau Mei mendatang.
Penjelasan tersebut menimbulkan kegelisahan di tengah masyarakat. Warga menilai jika normalisasi baru dilakukan dalam satu hingga dua bulan ke depan, maka mereka masih harus menghadapi potensi banjir selama periode tersebut.
Situasi ini diperparah dengan kondisi di lapangan yang menunjukkan bahwa hampir setiap kali hujan turun, permukaan air di saluran irigasi Ambit kerap meningkat hingga berpotensi meluap.
Aktivis Cirebon Timur, R. Hamzaiya, S.Hum, menyampaikan bahwa kondisi tersebut membuat masyarakat merasa tidak memiliki kepastian terkait penanganan banjir yang mereka alami.
Menurutnya, masyarakat memahami bahwa pekerjaan infrastruktur membutuhkan proses administrasi serta perencanaan teknis. Namun demikian, warga berharap ada percepatan langkah ataupun penanganan sementara agar risiko banjir dapat diminimalkan sebelum normalisasi dilaksanakan.
“Warga merasa kecewa karena dari penjelasan yang kami terima, normalisasi baru direncanakan sekitar bulan April atau Mei. Artinya masih ada kemungkinan satu sampai dua bulan ke depan masyarakat tetap menghadapi risiko banjir, sementara kondisi di lapangan menunjukkan bahwa hampir setiap hujan turun air langsung naik,” ujar R. Hamzaiya, S.Hum.
Ia menambahkan, masyarakat tidak bermaksud memperkeruh keadaan, melainkan ingin menyampaikan kegelisahan yang selama ini dirasakan oleh warga yang tinggal di sekitar aliran irigasi Ambit. Menurutnya, banjir yang terjadi bukan lagi kejadian insidental, melainkan persoalan yang berulang setiap musim hujan.
“Yang diharapkan masyarakat sebenarnya sederhana, yaitu adanya perhatian serius dan langkah nyata agar persoalan ini tidak terus berulang. Jika memang normalisasi membutuhkan waktu, setidaknya ada langkah darurat atau penanganan sementara agar masyarakat tidak terus berada dalam ancaman banjir setiap kali hujan turun,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemasangan spanduk tersebut merupakan bentuk aspirasi masyarakat kepada pihak yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan sumber daya air, yakni Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk–Cisanggarung (BBWS) serta Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat (PSDA).
Masyarakat berharap adanya komunikasi yang lebih terbuka antara warga dengan instansi terkait agar solusi yang tepat dapat segera ditemukan dan potensi banjir yang selama ini meresahkan dapat diminimalkan.
Melalui rilis ini, warga Desa Cibogo berharap pemerintah dan instansi terkait memberikan perhatian serius terhadap kondisi yang terjadi serta mempertimbangkan percepatan penanganan irigasi Ambit agar masyarakat tidak terus mengalami dampak banjir berkepanjangan.
Reporter : Didin
Editor : Tim Redaksi
Baca Juga : Diduga Siswi SMAN 1 Jamblang Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Konsumsi Menu MBG
