Selasa, April 21, 2026

Bupati Cirebon, H. Imron.
DaerahHeadlinePemerintah

Biaya Operasional Masjid Agung Sumber Tembus Rp400 Juta, Bupati Imron Baru Tahu dari Media

Biaya Operasional Masjid Agung Sumber Tembus Rp400 Juta, Bupati Imron Baru Tahu dari Media

INAPOS, CIREBON – Beban operasional yang “selangit” di Masjid Agung Sumber akhirnya mencuat ke publik. Ironisnya, persoalan besar itu justru baru diketahui Bupati Cirebon, Imron, setelah membaca pemberitaan media, bukan dari laporan resmi internal pemerintah.

Imron mengaku selama ini tidak pernah menerima informasi langsung mengenai besarnya biaya operasional masjid beserta menara yang berada di kawasan pusat perkantoran Pemkab Cirebon tersebut.

“Saya justru baru tahu dari media kalau biaya operasional masjid dan menaranya cukup tinggi,” ujar Imron, Rabu (25/2/2026).

Ia juga menyatakan belum mengetahui adanya surat dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang sebelumnya diajukan ke Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Dalam surat itu, DKM mengusulkan agar kepemilikan masjid segera diambil alih Pemkab Cirebon sehingga seluruh biaya operasional dan pemeliharaan bisa ditanggung pemerintah.

Menurut Imron, usulan tersebut tidak bisa diputuskan secara instan. Ia akan terlebih dahulu meminta penjelasan mengenai status aset bangunan tersebut.

“Saya akan tanyakan dulu ke BKAD atau Kesra. Kalau memang akan diambil alih, tentu harus melalui mekanisme dan persetujuan DPRD juga,” ungkapnya.

Imron secara pribadi menyatakan setuju jika masjid dan menaranya menjadi aset pemerintah daerah. Ia menilai langkah itu penting agar pemeliharaan ikon religius Kabupaten Cirebon dapat dilakukan secara rutin dan terencana.

Baca Juga : 

Truk Hino Hantam Separator, Gatot Subroto Lumpuh Total

Rotasi Besar Pemkab Cirebon, 200 Pejabat Dilantik, Kursi Strategis Akhirnya Terisi Definitif

“Kalau sudah menjadi aset Pemda, tentu penganggarannya akan lebih mudah. Perawatan bisa dilakukan rutin karena sudah masuk dalam perencanaan anggaran daerah,” ujarnya.

Biaya Rp400 Juta per Tahun, Menara Belum Terhitung

Sebelumnya, DKM mengungkap kondisi yang cukup mengkhawatirkan di balik kemegahan masjid tersebut. Tingginya biaya operasional dinilai sudah tidak sebanding dengan kemampuan pengelolaan di tingkat DKM.

Ketua DKM, Mustofa Jajuli, menyebut biaya operasional masjid mencapai sekitar Rp400 juta per tahun, belum termasuk biaya pengelolaan menara setinggi 13 lantai yang hingga kini belum bisa dihitung secara pasti.

Ia menilai, jika pengelolaan tetap berada di tangan DKM, risiko fasilitas menjadi terbengkalai sangat besar.

“Selama ini, pemeliharaan masjid dan menara pada dasarnya selalu mendapat dukungan dari Pemkab Cirebon,” ungkapnya.

Jajuli juga mengaku khawatir DKM akan menjadi pihak yang disalahkan masyarakat apabila persoalan ini tidak segera mendapatkan solusi yang jelas.

Reporter : Didin

Editor : Tim Redaksi

67 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *