Sabtu, April 18, 2026

Presiden Prabowo luncurkan program digitalisasi pembelajaran nasional. Foto: BPMI Setpres
NasionalHeadlinePemerintah

Presiden Prabowo Luncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran Nasional: 1.337 Sekolah Ikut Serentak dari 38 Provinsi

INAPOS, JAKARTA.- Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas dalam sebuah acara terpusat di SMP Negeri 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/25).

Peluncuran ini diikuti secara daring oleh 1.337 sekolah dari 38 provinsi, menandai langkah besar pemerintah dalam pemerataan pendidikan berbasis teknologi di seluruh Indonesia.

Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo disambut oleh jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Kepala SMPN 4 Kota Bekasi, Sungkawati. Suasana sekolah tampak semarak dengan penampilan drumben siswa, nyanyian lagu-lagu nasional, hingga kibaran bendera Merah Putih kecil yang melambai antusias menyambut kedatangan Kepala Negara.

Presiden kemudian meninjau sejumlah demo pembelajaran berbasis teknologi, termasuk penggunaan Papan Interaktif Digital (Interactive Flat Panel/IFP) di kelas. Melalui perangkat tersebut, Kepala Negara menyaksikan secara langsung bagaimana teknologi mampu mendorong pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan adaptif bagi para peserta didik.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada guru, tenaga pendidik, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras mendorong percepatan digitalisasi pembelajaran.

Ia berharap program ini dapat meningkatkan efektivitas belajar sekaligus membuka akses siswa ke berbagai sumber pengetahuan.

“Sudah 75 persen dari semua sekolah di seluruh Indonesia menerima panel interaktif. Panel ini kita harapkan bisa membantu semua siswa untuk belajar lebih baik, lebih semangat, lebih cepat, dan memiliki akses ke semua ilmu yang diperlukan,” ujar Presiden Prabowo.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa program Digitalisasi Pembelajaran merupakan realisasi janji Presiden Prabowo dalam peringatan Hari Guru Nasional 2024.

Program ini juga merupakan implementasi dari Inpres No. 7 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan revitalisasi sekolah serta digitalisasi pembelajaran, serta Perpres No. 79 Tahun 2025 mengenai pemutakhiran rencana kerja pemerintah.

Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa pemerintah terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap sekolah yang telah menerima perangkat IFP.

“Sudah ada perubahan signifikan dalam proses pembelajaran. Siswa belajar dengan lebih gembira, penuh semangat, dan capaian pembelajaran terus meningkat,” ujarnya.

Hingga pertengahan November 2025, jumlah perangkat yang telah dikirim mencapai 172.550 unit, dengan 43.022 unit lainnya dalam proses pengiriman. Pemerintah menargetkan seluruh perangkat tiba di sekolah sebelum akhir Desember 2025.

Acara peluncuran program ini turut dihadiri sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan Komisi X DPR RI, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Program ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam transformasi pendidikan Indonesia menuju era digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Reporter: Agus

Editor: Redaksi Inapos

 

60 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *