INAPOS, BANDUNG.- Cuaca panas yang terjadi belakangan ini membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatan tubuh, terutama risiko dehidrasi akibat meningkatnya pengeluaran cairan.
Anggota DPRD Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, mengimbau masyarakat untuk memperbanyak konsumsi air putih guna menjaga kebutuhan cairan tubuh selama cuaca panas.
Menurutnya, suhu yang tinggi dapat meningkatkan penguapan cairan dari tubuh. Kondisi tersebut apabila tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi.
“Akibat panas yang tinggi terjadi penguapan dalam tubuh kita yang menyebabkan tubuh mengeluarkan cairan. Oleh karena itu, untuk menghindari terjadinya dehidrasi, sangat mengimbau kepada masyarakat untuk banyak minum air,” ujar dr. Encep pada Jum’at (14/8/26)
Selain memperbanyak minum, masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki keperluan yang mendesak, terutama ketika paparan sinar matahari sedang tinggi.
“Jika tidak terlalu urgen untuk bepergian keluar rumah, jangan terlalu banyak beraktivitas di luar rumah atau di ruang terbuka. Sengatan sinar matahari juga akan berpengaruh terhadap pengeluaran air dari tubuh,” katanya.
Dr. Encep juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kebugaran dengan menerapkan pola hidup sehat. Menurutnya, olahraga tetap penting dilakukan untuk menjaga kondisi tubuh, namun perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kemampuan masing-masing.
Selain aktivitas fisik, pemenuhan kebutuhan gizi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh.
“Mari kita tetap menjaga kondisi kesehatan dan kebugaran dengan melakukan berbagai aktivitas yang betul-betul bisa menjaga kesehatan. Termasuk berolahraga dan terus berupaya memenuhi kebutuhan gizi yang cukup,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsumsi buah dan sayuran juga penting untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.
“Banyak makan buah-buahan dan sayur-sayuran itu adalah sebagai upaya kita juga untuk menjaga kesehatan dalam suasana seperti ini,” pungkasnya.
Reporter: Ayi
Editor: Redaksi








