Dedi Mulyadi Tegaskan Fokus Perbaikan Jalan di Kabupaten Mulai 2026
INAPOS, KAB CIREBON.- Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menunjukkan komitmennya dalam membangun infrastruktur secara berkelanjutan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam kunjungan kerjanya ke Cirebon pada Senin (21/4/25), menegaskan bahwa perbaikan jalan provinsi menjadi prioritas utama saat ini, sementara perbaikan jalan kabupaten dijadwalkan akan dimulai secara bertahap pada tahun 2026.
“Kalau sekarang kita belum menyentuh jalan kabupaten, itu karena jalan provinsi masih jadi prioritas. Dari sisi audit, kita harus fokus pada tanggung jawab masing-masing. Tapi saya targetkan, tahun 2027 semua jalan kabupaten di Jabar sudah selesai,” ujar Gubernur Dedi.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas keluhan masyarakat yang mengeluhkan kondisi jalan rusak di sejumlah wilayah kabupaten, terutama saat musim hujan.
Dedi menekankan bahwa pihaknya tidak menutup mata terhadap permasalahan yang ada, namun harus ada tahapan dan tanggung jawab yang jelas dalam pelaksanaannya.
Lebih lanjut, Dedi menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya terbatas pada perbaikan fisik seperti jalan dan jembatan, namun harus dibarengi dengan penataan ruang yang komprehensif. Menurutnya, tata ruang yang tertata dengan baik menjadi fondasi penting bagi kelancaran pembangunan ke depan.
“Penataan ruang adalah fondasi. Kalau tata ruangnya jelas, pembangunan bisa tertata. Tahun 2026 harus sudah siap. Kita mulai dari Musrenbang di Balai Jaya Dewata, Kantor Gubernur Wilayah Kacir,” katanya.
Ia menyoroti pentingnya penyelarasan pembangunan antarwilayah, khususnya antara kawasan perkotaan, industri, pelabuhan, pertanian, hingga situs budaya. Penataan ruang yang buruk dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti banjir, kemacetan, dan konflik lahan.
Terkait isu lingkungan, Gubernur Dedi juga menyampaikan perhatian khusus terhadap persoalan banjir yang kian sering terjadi. Ia menyebutkan bahwa kerusakan lingkungan di wilayah hulu dan pendangkalan sungai akibat sampah dan sedimentasi menjadi penyebab utama.
“Problemnya kan satu, problem lingkungan di Tatarwa. Yang kedua, di situ adalah aliran sungainya yang mengalami pendangkalan. Nah, sampah yang bertumpuk, hulunya mengalami kerusakan. Maka konsen saya hari ini kan membenahi hulu sampai hilir,” tegasnya.
Untuk itu, Pemprov Jabar menaikkan alokasi anggaran sektor Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) secara signifikan. Bahkan dalam waktu dekat, anggaran PSDA akan ditingkatkan hingga tiga kali lipat sebagai bentuk keseriusan dalam penanganan lingkungan.
“Setelah jalan selesai, sungai akan menjadi prioritas berikutnya. Karena tanpa lingkungan yang sehat, semua pembangunan bisa sia-sia,” ujar Dedi.
Visi besar Gubernur Dedi Mulyadi adalah membangun Jawa Barat secara menyeluruh dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kerja terintegrasi antarinstansi dan antarwilayah untuk mewujudkan provinsi yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga nyaman dan lestari bagi seluruh warganya.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Harus terintegrasi. Saya ingin Jawa Barat jadi provinsi yang maju, tapi juga nyaman dan lestari,” pungkasnya. (Ddn)
