Jumat, April 17, 2026

Peternakan ayam petelur Desa Tuk Karangsuwung, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Daerah

‎Desa Tuk Karangsuwung Gencarkan Budidaya Ayam Petelur, Jagung, dan Ikan Nila untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Inapos.id, Cirebon – Pemerintah Desa Tuk Karangsuwung, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, terus berinovasi dalam memperkuat ketahanan pangan desa. Melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Tuk Karangsuwung, desa ini kini fokus mengembangkan tiga sektor unggulan sekaligus, yakni budidaya ayam petelur, penanaman jagung pipil, dan budidaya ikan nila.

‎Kuwu Desa Tuk Karangsuwung, Azis Maulana, mengatakan bahwa program ini menjadi langkah strategis untuk mendukung ketersediaan pangan lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

‎“Setelah penetapan APBDes tahun 2025, program ketahanan pangan kami alokasikan anggaran ke Kopdes untuk mengembangkan budidaya ayam petelur,” ujar Azis, Jumat (31/10/2025).

‎Menurutnya, budidaya ayam petelur dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang stabil. Selain itu, telur ayam merupakan sumber protein terjangkau yang dibutuhkan masyarakat setiap hari.

‎“Kami berharap ke depan program Ketapang ini dapat berperan dalam pemberdayaan masyarakat agar memiliki usaha mandiri,” tuturnya.

‎Azis menargetkan, Desa Tuk Karangsuwung bisa menjadi salah satu sentra produksi telur ayam di Kabupaten Cirebon. Dengan demikian, desa tidak hanya berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan lokal, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi warga.

‎“Peternakan ayam petelur ini nantinya dapat memenuhi kebutuhan protein masyarakat. Telur merupakan pangan bergizi dan murah, sangat penting bagi ketahanan pangan desa,” tambahnya.

‎Selain budidaya ayam, pemerintah desa juga mengembangkan penanaman jagung pipil. Program ini selaras dengan agenda ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, untuk mendorong swasembada pangan dan kemandirian desa.

‎“Selain wujud dukungan terhadap program nasional, kegiatan ini juga memastikan ketersediaan jagung sebagai bahan pangan, pakan ternak, dan industri,” papar Azis.

‎Tak hanya itu, budidaya ikan nila pun menjadi salah satu fokus utama. Desa menyiapkan langkah-langkah teknis mulai dari persiapan kolam, penebaran benih, hingga pemeliharaan air secara teratur. Program ini diharapkan mampu menambah pasokan ikan konsumsi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak lokal.

‎“Budidaya ikan nila juga kami dorong agar masyarakat punya sumber protein hewani alternatif dan bisa memanfaatkan lahan secara produktif,” jelasnya.***(Din) 

50 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *