Beranda Hukum Diduga Ancam Gunakan Sajam, Warga Cangkuang Dilaporkan ke Polsek Babakan

Diduga Ancam Gunakan Sajam, Warga Cangkuang Dilaporkan ke Polsek Babakan

0
26
Korban (kaos putih) saat melakukan olah TKP bersama anggota Polsek Babakan di Desa Cangkuang

INAPOS, CIREBON,- Pelaksana pembangunan Jembatan Perintis Garuda, Yogi Andrianto akhirnya laporkan Tmd alias Jpg ke Polsek Babakan, Kabupaten Cirebon.

Tmd diduga telah melakukan pengancaman sesuai Pasal 448 UU No.1/2023.

Berdasarkan pengakuan Yogi bahwa pada Sabtu (29/8/2026) sekira pukul 17.20 WIB, saat dirinya sedang istirahat setelah mengerjakan proyek jembatan Perintis yang berlokasi di Perbatasan Desa Cangkuang Kec. Babakan Kab. Cirebon dengan Desa. Jatipiring Kec. Karangsembung Kab. Cirebon tersebut bersama delapan pekerja lainnya yaitu Yana, Darmo, Ana, Sakri, Wawan, Iik, Jali dan Restu. Datang dari arah timur Tmd menggunakan motor Yamaha Fino.

“Tmd menghampiri saya dan menanyakan “Siapa pemborongnya? Lalu sayapun menjawab bahwa saya hanyalah pelaksana disini,” jelas Yogi kepada inapos, Senin (31/8/2026) usai memberikan keterangan kepada Penyidik Polsek Babakan. Masih menurut Yogi,  Tmd kemudian menanyakan Gambar kerja.

“Saya memberi Gambar Kerja kepada Tmd tapi Ia merasa tidak puas lalu marah-marah dan meninggalkan saya dengan alasan ingin mandi. Tapi, beberapa menit kemudian sekitar datang 2 (dua) motor yaitu honda Vario dan Yamaha Mio yang masing-masing berboncengan dan kemudian salah satu orang tersebut menghampiri saya lalu menanyakan “Dimana Jipong?” mengetahui bahwa Tmd alias Jpg sudah meninggalkan lokasi tersebut kemudian orang-orang tersebut pergi ke arah Timur selanjutnya sekitar pukul 17.20 Wib datang dari arah timur Tmd menggunakan sepeda motor lalu menghampiri saya dan langsung marah-marah dan memegang kerah baju saya menggunakan tangan sebelah kiri lalu datang dengan berjalan kaki 2 (dua) orang perempuan yang saya tidak ketahui identitasnya mencoba melerai saya yang pada saat itu kerah baju saya masih di pegang oleh Tmd lalu sayapun mencoba melepaskan tangan Tmd tersebut akan tetapi genggaman tangan tersebut semakin kencang,” papar Yogi sembari emosi.

Yogi melanjutkan, tidak berselang lama selanjutnya datang dari arah timur 2 (dua) motor yaitu Kawasaki KLX dan motor matic yang masing-masing berboncengan akan tetapi Yogi tidak mengetahui identitasnya dan selanjutnya 2 (dua) orang yang mengendarai suzuki KLX langsung menjatuhkan motomya kemudian lari ke arah dirinya dan mengejar rekannya Jali sembari membawa senjata tajam jenis celurit berukuran sekitar 45 Cm lalu mencoba mengayunkan senjata tajam jenis celurit tersebut ke arah Jali.

“Karena tidak kena, Jali melarikan diri kearah jalan Tol. Kemudian datang 1 (satu) orang bapak-bapak dari arah Barat yang saya tidak ketahui identitasnya yang juga melihat kejadian tersebut dan berusaha melerai bersama 2 (dua) orang perempuan tersebut selanjutnya pada saat baju saya terlepas Tmd tersebut di bawa oleh ke 2 (dua) orang perempuan menjahui saya dan membawa Tmd pergi, selanjutnya setelah memastikan para pekerja aman kemudian sayapun meninggalkan lokasi tersebut ke arah Barat menuju Koramil Karangsambung dan melaporkan kejadian tersebut. Selanjutnya pada tanggal 31 Agustus 2026 sekitar jam 15.00 Wib saya menuju Polsek Babakan Untuk melaporkan peristiwa yang saya alami tersebut,” tutup Yogi.

Tmd saat dimintai tanggapannya, kepada redaksi menyampaikan bahwa dirinya telah diancam pacul oleh para pekerja tersebut.

“Saya diancam oleh pacul oleh para pekerja,” jelas Tmd singkat.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pihak kepolisian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini