Beranda Parlemen dr Encep Sugiana Sebut Narkotika dan Tramadol Ancaman Nonmiliter

dr Encep Sugiana Sebut Narkotika dan Tramadol Ancaman Nonmiliter

0
16

INAPOS, BANDUNG – Anggota DPRD Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, menilai peredaran narkotika, obat-obatan terlarang termasuk tramadol, hingga minuman keras merupakan ancaman serius terhadap masa depan generasi bangsa.

Menurut Encep, persoalan narkotika tidak hanya berkaitan dengan kesehatan masyarakat, tetapi juga menyangkut ketahanan bangsa. Ia bahkan menyebut peredaran narkotika sebagai salah satu bentuk ancaman negara nonmiliter.

“Terus mewaspadai peredaran obat-obat terlarang termasuk narkotika di dalamnya. Karena ini adalah penyakit kronis yang sangat membahayakan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini merupakan salah satu ancaman negara yang nonmiliter,” ujar Encep pada Jum’at (21/8/26).

Ia menegaskan, penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang dapat merusak mental generasi penerus bangsa. Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena generasi muda merupakan sumber daya manusia yang akan menentukan masa depan Indonesia.

Encep mengapresiasi berbagai upaya pemerintah, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif, dalam menekan peredaran barang-barang terlarang.

Namun, menurutnya, upaya tersebut perlu terus diperkuat, terutama dengan memperbanyak penyisiran terhadap lokasi yang diduga menjadi pusat transaksi, distribusi maupun konsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang.

“Penemuan tempat-tempat penjualan, pendistribusian atau konsumsi barang-barang terlarang ini harus terus banyak dilakukan. Menyisir tempat-tempat yang menjadi pusat-pusat transaksi, terutama di tempat-tempat yang bisa jadi tempat hiburan atau di tempat tertentu, ini juga harus mendapatkan perhatian,” katanya.

Selain tindakan penegakan hukum, Encep menilai edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika.

Ia berharap tokoh masyarakat dapat aktif memberikan penyuluhan mengenai bahaya narkoba, narkotika maupun obat-obatan terlarang, baik terhadap kesehatan maupun kehidupan sosial.

“Peran-peran tokoh masyarakat untuk memberikan penyuluhan dan edukasi terhadap masyarakat tentang bahaya narkoba, bahaya narkotika, bahaya obat terlarang bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk bahaya buat kesehatan secara pribadi, ini juga perlu terus digencarkan,” ujarnya.

Encep juga mendorong keterlibatan tokoh agama dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya mengenai dampak moral dan sosial dari penyalahgunaan narkotika serta minuman keras.

Menurutnya, penyalahgunaan zat yang memabukkan dapat membuat seseorang kehilangan kendali dan berpotensi melakukan tindakan lain yang membahayakan.

“Kalau berbicara tentang narkoba, tentang miras, kalau melihat dari sejarah, itu adalah sumber dari segala sumber kejahatan,” katanya.

Ia mencontohkan bagaimana seseorang yang awalnya menolak melakukan perbuatan buruk dapat kehilangan kendali setelah mengonsumsi minuman yang memabukkan. Kondisi tersebut, kata dia, dapat membuka peluang terjadinya berbagai bentuk kemaksiatan dan tindak kriminal.

Karena itu, Encep meminta seluruh pihak bersama-sama mencegah peredaran narkotika, minuman keras, maupun obat-obatan terlarang yang berpotensi merusak mental dan kualitas sumber daya manusia.

“Kalau penyebaran narkoba di negara kita ini tidak terkendali, maka berbagai kejahatan akan banyak terjadi di tengah-tengah kehidupan kita,” tegasnya.

Ia berharap peredaran narkotika, obat-obatan terlarang, minuman keras, dan berbagai zat yang dapat merusak mental masyarakat dapat diputus melalui langkah pencegahan, edukasi, pengawasan serta penegakan hukum.

“Lakukan upaya bagaimana agar pergerakan penyebaran narkoba, narkotika atau miras atau apa pun bentuk-bentuk yang akan merusak tatanan mental dan otak sumber daya manusia ini harus betul-betul dihindari, diputus dengan berbagai upaya dan ditindak tegas dengan hukuman yang lebih berat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada,” pungkasnya.

Reporter: Ayi

Editor: Redaksi

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini