Minggu, Mei 10, 2026

BPS merilis pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Foto: Ist
DaerahEkonomi dan Bisnis

Ekonomi Jawa Barat Tumbuh 5,79% di Triwulan I 2026, Lampaui Nasional

INAPOS, BANDUNG.- Ekonomi Provinsi Jawa Barat (Jabar) menunjukkan kinerja positif pada triwulan I 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Jabar tumbuh sebesar 5,79 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, secara triwulan ke triwulan (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi Jabar juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,24 persen dibandingkan triwulan IV 2025.

Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengungkapkan bahwa capaian tersebut bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat secara year on year lebih tinggi dibandingkan nasional,” ujar Margaretha dalam Rilis Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Jabar, Selasa (5/5/26).

Dari sisi lapangan usaha, sektor industri menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi dengan andil 1,65 persen. Disusul sektor transportasi sebesar 0,81 persen, informasi dan komunikasi 0,58 persen, akomodasi dan makan minum 0,51 persen, serta perdagangan 0,45 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Jabar paling besar ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang menyumbang 3,27 persen. Selain itu, konsumsi pemerintah memberikan kontribusi 1,82 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 1,06 persen, dan konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) sebesar 0,04 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Jabar ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Jumlah penduduk yang besar menjadi kekuatan utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi saat ini,” jelas Margaretha.

Ia juga menambahkan, kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah dinamika geopolitik global turut membantu menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Selain pertumbuhan ekonomi, kondisi ketenagakerjaan di Jawa Barat juga menunjukkan tren positif. Pada Februari 2026, jumlah penduduk bekerja mencapai 25,10 juta orang, meningkat sekitar 110 ribu orang dibandingkan Februari 2025.

Lapangan kerja terbesar masih didominasi sektor perdagangan besar dan eceran dengan total 5,47 juta orang atau sekitar 21,81 persen dari total tenaga kerja.

Di sisi lain, tingkat setengah pengangguran mengalami penurunan dari 7,57 persen menjadi 7,48 persen. Begitu pula dengan pekerja paruh waktu yang turun sebesar 0,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2026 tercatat sebesar 6,64 persen, turun dari 6,74 persen pada Februari 2025.

Tiga sektor utama penyerap tenaga kerja terbesar di Jawa Barat saat ini meliputi perdagangan, industri, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan.

“Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan masih memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menyerap tenaga kerja,” pungkas Margaretha.

Reporter: Ayi

Editor: Redaksi Inapos 

 

56 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *