Senin, April 20, 2026

Peluncuran 100 CCTV dan aplikasi Jaki TV versi terbaru. Nal
Sosial

Gubernur Pramono Anung Luncurkan 100 CCTV dan Aplikasi Jaki Versi Terbaru

INAPOS, JAKARTA.- Dalam upaya memperkuat keamanan publik dan meningkatkan kualitas layanan digital, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno secara resmi meluncurkan pemasangan 100 unit Closed-Circuit Television (CCTV) di sejumlah titik strategis serta melakukan re-launching aplikasi Jaki dan logo Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta, Rabu (28/5) sore di kawasan Terowongan Kendal, Dukuh Atas, Menteng, Jakarta Pusat.

Peluncuran ini menjadi bagian dari program quick win Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk menjawab kebutuhan warga akan rasa aman dan pelayanan publik yang efisien.

CCTV untuk Keamanan, Kolaborasi CSR

Kepala Dinas Kominfotik DKI Jakarta, Budi Awaludin menjelaskan, pemasangan 100 CCTV tahap awal ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan sejumlah perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR). Kamera pengawas tersebut dipasang di taman-taman kota, kawasan permukiman, serta lokasi rawan bencana seperti kebakaran dan banjir.

“Pemantauan dilakukan selama 24 jam penuh oleh petugas melalui dashboard pusat. Setiap insiden yang terpantau akan langsung diteruskan ke instansi terkait untuk ditindaklanjuti,” ujar Budi.

Menariknya, akses data dari CCTV juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan, menjadikan inisiatif ini sebagai bentuk transparansi dan keterbukaan informasi publik.

Aplikasi Jaki Kini Lebih Canggih dengan 11 Fitur Baru

Tak hanya itu, peluncuran kembali aplikasi Jaki juga menjadi sorotan utama. Dengan penambahan 11 fitur baru, aplikasi Jaki kini diklaim menjadi super app yang mengintegrasikan seluruh layanan publik Pemprov DKI Jakarta.

“Fitur-fitur baru seperti Jak Care, informasi ketersediaan layanan rumah sakit, fast cash, kantong parkir, hingga panic button hadir untuk mempermudah masyarakat berinteraksi dengan pemerintah secara cepat, efektif, dan efisien,” jelas Budi.

Meski fitur bertambah, fungsi-fungsi lama seperti kanal pengaduan publik tetap dipertahankan, bahkan diperkuat dengan tampilan dan performa yang lebih optimal.

Menuju Kota Aman, Cerdas, dan Terhubung

Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa inovasi ini menjadi bagian dari transformasi Jakarta sebagai kota global yang aman, inklusif, dan berbasis teknologi.

“Jakarta harus adaptif terhadap tantangan zaman. Teknologi harus digunakan untuk memberikan rasa aman dan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, Pemprov DKI Jakarta berencana menambah jumlah CCTV dan terus mengembangkan aplikasi Jaki sesuai dengan kebutuhan warga. Kajian dan koordinasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta stakeholder akan dilakukan untuk memastikan efektivitas implementasi di lapangan.

Reporter: Nal

Editor: Redaksi Inapos 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *