Kamis, April 16, 2026

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati saat pimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-29 di halaman Balai Kota. Kris
Pemerintah

Hari Otonomi Daerah ke-29, Siti Farida: Mari Ukir Masa Depan dari Daerah dengan Ketulusan dan Integritas

INAPOS, KOTA CIREBON.-  Pemerintah Kota Cirebon menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-29 di halaman Balai Kota, Jumat (25/4/25).

Upacara ini menjadi momen reflektif bagi seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat untuk meneguhkan kembali semangat desentralisasi dalam rangka memperkuat demokrasi dan mempercepat pemerataan pembangunan.

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, tampil sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa otonomi daerah bukan sekadar proses administratif, melainkan bentuk nyata kepercayaan negara kepada daerah untuk tumbuh dan berkembang sesuai karakteristik masing-masing.

“Otonomi daerah adalah panggilan untuk hadir bukan hanya secara birokratis, tetapi juga secara manusiawi. Ini tentang bagaimana pemerintah bisa lebih dekat, lebih cepat, dan lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Mengusung tema nasional “Sinergi Pusat dan Daerah Membangun Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045”, peringatan tahun ini menyoroti pentingnya kolaborasi lintas level pemerintahan. Farida menekankan bahwa cita-cita besar Indonesia tidak bisa diraih tanpa kebersamaan dan keharmonisan antara pusat dan daerah.

“Kami di daerah bukan sekadar pelaksana. Kami adalah mitra strategis yang menghadirkan solusi dari realitas warga. Kota Cirebon, dengan sejarah dan peradaban yang kuat, terus berbenah untuk menjadi kota yang tertata, sejahtera, dan inklusif,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Kota Cirebon telah mengambil berbagai langkah reformasi, seperti peningkatan kualitas SDM aparatur, digitalisasi layanan publik, dan perluasan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat peran birokrasi sebagai agen solusi, bukan hambatan.

Di akhir sambutannya, Farida mengajak seluruh ASN, pemangku kepentingan, dan masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dan menjaga kepercayaan publik sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah.

“Ini tanggung jawab kolektif. Mari kita ukir masa depan dari daerah—dengan ketulusan, keberanian, dan integritas,” pungkasnya.

 

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *