Jumat, April 17, 2026

Peringatan Haul ke-36 KH Aqiel Siroj sekaligus merayakan Hari Lahir (Harlah) ke-65 tahun, Sabtu (30/8/2025).
Daerah

Haul Ponpes KHAS Kempek Usung Semangat ‘Ramah Lingkungan’

Cirebon, inapos.id – Pondok Pesantren KHAS Kempek, Kabupaten Cirebon, tidak hanya mengenang jasa pendirinya dalam peringatan Haul ke-36 KH Aqiel Siroj sekaligus merayakan Hari Lahir (Harlah) ke-65 tahun, Sabtu (30/8/2025). Lebih dari itu, pesantren yang telah melahirkan banyak ulama besar ini juga menjadikan momentum haul sebagai ajang kampanye lingkungan hidup dengan mengusung semangat “pesantren ramah lingkungan”.

Pada puncak acara yang dihadiri belasan ribu jemaah dari berbagai daerah, panitia secara khusus menyiapkan sistem pengelolaan sampah. Tidak hanya sebatas membersihkan sisa-sisa kegiatan, namun juga mengedukasi jemaah agar terbiasa menjaga kebersihan.

Dewan Pengasuh sekaligus Kepala MA KHAS Kempek, KH Ahmad Zainin Dahlan, menegaskan pentingnya kepedulian lingkungan dalam setiap aktivitas pesantren, terlebih pada acara besar yang melibatkan ribuan orang.

“Banyak acara besar di pesantren meninggalkan tumpukan sampah. Itu harus dihentikan. Dalam Islam, hidup bersih adalah amanat. Haul ini harus menjadi bukti bahwa pesantren bisa rapi, peduli, dan menjaga lingkungan,” ujar Kiai Ahmad.

Dalam pelaksanaan haul, para santri dilibatkan secara langsung sebagai relawan kebersihan. Mereka tidak hanya memungut sampah, melainkan juga memberikan arahan kepada jemaah mengenai cara memilah sampah organik, anorganik, dan residu. Panitia pun menyiapkan jalur pengelolaan terpisah serta memasang papan informasi di sejumlah titik keramaian.

“Harapannya, tamu merasa nyaman sekaligus belajar bahwa haul bisa khidmat tanpa sampah berserakan,” kata Kiai Ahmad.

Langkah ini bukan hal baru di Ponpes KHAS Kempek. Sejak beberapa tahun terakhir, pesantren ini sudah menjalankan program daur ulang, memanfaatkan maggot untuk mengolah limbah organik, hingga memperluas kawasan hijau di lingkungan pesantren.

“Semua ikhtiar ini bagian dari penguatan identitas KHAS Kempek sebagai pesantren yang bersih dan berwawasan lingkungan,” tambahnya.

Rangkaian haul dan harlah berlangsung selama sepekan. Mulai dari bahtsul masail, seminar nasional, hingga jalan sehat. Ribuan orang hadir setiap harinya. Alih-alih kewalahan dengan banyaknya massa, panitia justru melihat ini sebagai peluang besar untuk mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan.

Kiai Ahmad berharap kesadaran tersebut tidak berhenti saat haul, tetapi bisa terbawa dalam kehidupan sehari-hari para santri dan masyarakat.

“Prinsip peduli lingkungan jangan hanya berhenti di pesantren, tetapi harus menjadi kebiasaan sehari-hari. Perubahan bisa dimulai dari hal kecil, seperti membuang sampah plastik makanan pada tempatnya,” ujarnya.

Sehari sebelum acara puncak, KH Ahmad bahkan memimpin langsung gerakan Jumat Bersih. Ribuan santri digerakkan untuk membersihkan area pesantren, mulai dari halaman utama hingga pemukiman sekitar.

“Terima kasih kepada para santri atas inisiatifnya mewujudkan pesantren ramah lingkungan,” katanya.

Upaya hijau Ponpes KHAS Kempek semakin kuat dengan lahirnya Gerakan KHAS Lestari. Program ini digagas sebagai wadah edukasi sekaligus aksi nyata pengelolaan lingkungan di pesantren.

Koordinator KHAS Lestari, Ny. Hj. Tho’atillah Ja’far, menegaskan bahwa menjaga kebersihan bukan sekadar anjuran, tetapi kewajiban setiap Muslim.

“Membuang sampah pada tempatnya adalah kewajiban. Mengolah sampah memang tidak bisa sendirian, melainkan harus dilakukan bersama-sama,” ujarnya.

Menurutnya, budaya gotong royong sangat penting agar gerakan ramah lingkungan tidak berhenti hanya sebagai program seremonial.

“Kami ingin Ponpes KHAS Kempek menjadi percontohan pesantren ramah lingkungan. Setelah acara selesai, upayakan tidak ada sampah berserakan, *zero waste* langsung bersih,” tandasnya.

Kehadiran gerakan hijau di Ponpes KHAS Kempek sekaligus ingin menghapus stigma lama bahwa pesantren kerap identik dengan kekumuhan. Dengan langkah konkret berupa pengelolaan sampah, penghijauan, dan keterlibatan aktif santri, pesantren ingin menunjukkan wajah baru: bersih, rapi, dan ramah lingkungan.

Melalui haul dan harlah kali ini, KHAS Kempek bukan hanya mengenang jasa pendiri, tetapi juga mempertegas diri sebagai pionir pesantren hijau yang membawa pesan penting: menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah.***(Din) 

46 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *