Sabtu, April 18, 2026

Postingan di Grup FB Koci tuai banyak komentar.
DaerahPemerintahPolitik

Heboh di Medsos, Wakil Ketua DPRD Jabar Ditegur Soal Janji Jalan Rusak: “Juli, Juli, Juli”

CIREBON – Jagat media sosial Cirebon tengah dihebohkan oleh viralnya video Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, yang ditegur warga saat melintas di Jalan Gebang – Pabuaran. Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Radenmas Cornetto Hadiningrat di grup Komunitas Orang Cirebon (Koci), dan hingga Minggu (6/7/2025) pagi, menuai lebih dari 445 tanda suka dan 221 komentar pedas dari warganet.

Dalam unggahan yang diposting sehari sebelumnya, terlihat Ono Surono tengah berada di lokasi jalan rusak yang beberapa waktu lalu dijadikan lokasi unjuk rasa dengan aksi unik, yakni warga menabur benih ikan lele dan menceburkan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon ke irigasi, sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.

Dalam video tersebut, seorang pengguna jalan menegur langsung Ono Surono dengan suara lantang, “Pak Ono ini gimana jalannya Pak Ono?”

Teguran itu dibalas oleh Ono, “Juli, Juli, Juli,” sambil menunjuk ke arah jalan yang berlubang.

Namun warga itu tampak tak puas dengan jawaban tersebut. “Lama Pak Ono,” ujarnya lagi.

Ono pun menjawab, “Duite kudu proses, lelang dikit,” yang artinya uangnya harus melalui proses, ada lelang sedikit.

Teguran itu kembali disambut warga, “Suwe Pak Ono,” atau dalam bahasa Indonesia, “Lama Pak Ono.”

Ono tetap konsisten menjawab, “Juli,” merujuk waktu yang dijanjikan untuk perbaikan jalan tersebut.

Tak berhenti di situ, video kedua beredar menampilkan pengguna jalan lainnya yang kembali menagih janji tersebut. Dalam video itu terdengar suara, “Kien wis bulan Juli, dalane masih mengkenen bae, Mang Ono, Mang Ono,” yang artinya, “Sekarang sudah bulan Juli, jalannya masih begini saja, Mang Ono, Mang Ono.”

Unggahan itu sontak memicu gelombang komentar warganet yang sebagian besar bernada kritikan, sindiran, bahkan kekecewaan mendalam terhadap kinerja wakil rakyat.

Akun Facebook bernama Rudy Rambu Basae II melontarkan sindiran, “Juli Juli Tahun Kapan,” menyoroti pernyataan Ono Surono yang menyebut ‘Juli’ tanpa tahun yang jelas.

Ada pula komentar dari akun BoyWintanu, “Yang heran kenapa masih pilih bupati itu,” menyiratkan kekecewaan terhadap pilihan politik masyarakat.

Komentar lain dari akun Wong Ireng tak kalah pedas, “Mang Ono ora nyebut tahun lan tanggalnya ya Mang Ono,” atau dalam bahasa Indonesia, “Mang Ono tidak menyebut tahun dan tanggalnya ya Mang Ono.”

Komentar tersebut dibalas oleh pemilik unggahan, Radenmas Cornetto Hadiningrat, “Duite di nggo pelesiran anggota DPRD ning Bali,” artinya uangnya dipakai piknik anggota DPRD ke Bali.

Sindiran itu mendapat respon kembali dari Wong Ireng, “Hahaha Yabegitulah lur, wis ora ngandel kita sih ning DPR/D,” yang berarti, “Hahaha begitulah lur, sudah tidak percaya saya sih ke DPR/D.”

Tidak hanya itu, Radenmas juga menegaskan sikap politik pribadinya, “Mulane taun wingi kita ora milih DPRD, kertas suwarae tek sowek,” artinya “Makanya tahun kemarin saya tidak memilih DPRD, kertas suaranya saya sobek.”

Gelombang kekecewaan juga datang dari akun Hacker Bangor, “Malu saya sebagai masyarakat Cirebon, bukannya jadi contoh dengan kegiatan KDM, malah menyerang dengan sindiran-sindiran aneh.”

Sedangkan akun Adi Irwansyah menyebut, “Wong soak dilade,” atau “Orang gila ditanggapi,” menggambarkan ketidakpercayaan terhadap proses politik yang ada.

Akun Moch Sukoy Savic turut mengkritik, “Bli bener Ono Surono, duite ntok go rapat bae,” artinya “Nggak bener Ono Surono, uangnya habis untuk rapat saja.”

Sindiran semakin ramai saat akun Nur Kholid Mawardi mengutip pernyataan viral itu, “Juli Juli Juli, Duite kudu proses, lelang dikit.”

Tak hanya itu, akun Sangkah Joyo Abadi mengkritisi soal transparansi anggaran, “Kata KDM 1 km jalan bisa habis 1 miliar sampai 1,5 miliar, mahalnya gak sampai 2M, kok ini anggarannya 900M hanya untuk 187 km, banyak banget korupnya. Terakhir ketua DPRD Bu Sofi ngomong anggaran 10M, langsung dipotong omongannya sama Ono, parah nih.”

Kritikan bernuansa perbandingan antarnegara juga dilontarkan oleh akun Pandaris Jaya, “Rakyat inggal taun bayar pajak tapi dalane blesak, negara Malaysia pajak cuma sekali seumur hidup dalan bagus kabeh. Ning negara sejen sih pejabat model mengkonon digugat, soale rakyat wis bayar pajak tapi dalane blesak sih priben? Ai pejabat kita sih kaya ora due salah ning rakyate. Angel wis angel.”

Komentar itu menyiratkan kekecewaan terhadap pelayanan publik dan pengelolaan pajak di Indonesia yang dinilai tidak sebanding dengan negara lain.

Sindiran soal ambisi politik Ono Surono juga dilontarkan oleh akun Herman Supratman, “Pengen jd Gubernur Jawa Barat JANJIE bae kya knon. Akeh omong tapi langka aksie. Janji palsu bae Ono – Ono,” atau “Keinginannya sih mau jadi Gubernur Jawa Barat, janjinya saja seperti itu, banyak omong tapi minim aksi, janji palsu saja Ono-Ono.”

Tak ketinggalan komentar pedas dari akun Afif OgahRibet, “Bacot urus bewok aja berantakan apalagi urus Cirebon,” menyindir penampilan pribadi hingga ke kapabilitas mengurus daerah.

Viralnya video ini semakin menambah daftar panjang keluhan masyarakat Cirebon terhadap kondisi jalan yang rusak, lambannya perbaikan, serta janji-janji politik yang dinilai tak kunjung terealisasi. Banyak warganet menilai pernyataan ‘Juli’ yang dilontarkan Ono Surono menjadi ambigu dan memicu spekulasi, mengingat hingga awal Juli 2025 kondisi jalan yang dimaksud masih memprihatinkan.

Masyarakat pun masih menunggu realisasi janji perbaikan jalan yang disebut-sebut akan dilakukan bulan Juli ini. Namun, kekecewaan dan ketidakpercayaan terhadap para wakil rakyat tampaknya sudah terlanjur merebak di tengah masyarakat Cirebon.

10 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *