Kamis, April 16, 2026

Anggota DPRD RI Herman Khaeron. Ist
NasionalEkonomi dan BisnisPolitik

Herman Khaeron Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Wujudkan Swasembada dan Kedaulatan Pangan Nasional

INAPOS, JAKARTA.- Pangan merupakan hak asasi manusia yang wajib dipenuhi oleh negara. Ketersediaan pangan yang cukup, beragam, dan bergizi seimbang menjadi fondasi utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang menegaskan pentingnya kemandirian dan kedaulatan pangan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

Dalam satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sektor pangan menempati posisi strategis sebagai program prioritas nasional. Sejumlah langkah konkret telah dilakukan untuk memperkuat fondasi swasembada pangan, mulai dari peningkatan produksi, modernisasi sistem pertanian, hingga pembangunan infrastruktur pendukung di sektor hulu dan hilir.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron, dalam keterangannya pada Kamis (23/10), menyampaikan apresiasinya atas komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Pemerintah telah menunjukkan keberpihakan nyata kepada petani dengan meningkatkan alokasi anggaran sektor pangan, memperbaiki kualitas pupuk bersubsidi, serta memastikan ketersediaannya di lapangan. Infrastruktur pertanian seperti jaringan irigasi dan sistem penyediaan air juga terus dibangun dan diperluas,” ujar Herman.

Menurutnya, keberhasilan mencapai swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh luas lahan atau ketersediaan pupuk, tetapi juga oleh pengelolaan sistem pangan yang terintegrasi.

“Ketersediaan air, benih unggul, pupuk berkualitas, serta penerapan sistem pertanian modern menjadi faktor utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian,” tambahnya.

Modernisasi dan Intensifikasi Pertanian

Pemerintah terus mendorong modernisasi dan intensifikasi pertanian, di antaranya dengan penyediaan alat dan mesin pertanian modern, serta peningkatan kapasitas penyuluh pertanian.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga berperan aktif melalui pembangunan jaringan irigasi sekunder dan sistem tata air mikro, serta penguatan fungsi bendungan sebagai sumber air pertanian.

“Pembangunan pertanian kini dilakukan secara besar-besaran, baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi. Pembukaan lahan baru dan optimalisasi lahan tidur menjadi bagian penting dalam mewujudkan target swasembada pangan nasional,” jelas Herman Khaeron.

Diversifikasi dan Keberagaman Pangan Lokal

Selain meningkatkan produksi, pemerintah juga mendorong diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras. Indonesia memiliki kekayaan sumber pangan lokal seperti umbi-umbian, jagung, dan sagu yang berpotensi besar dikembangkan.

“Keberagaman konsumsi pangan adalah kekuatan bangsa. Masyarakat Papua mengandalkan sagu, warga Madura dan Sulawesi mengonsumsi jagung, sementara di Jawa Barat sebagian masyarakat masih memanfaatkan singkong. Inilah bentuk nyata kemandirian pangan berbasis karakter lokal,” kata Herman Khaeron.

Ia menegaskan, diversifikasi pangan tidak hanya memperkuat ketahanan nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani melalui produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian.

Menuju Surplus Pangan Nasional

Herman Khaeron optimistis, dengan arah kebijakan yang dijalankan Presiden Prabowo, Indonesia akan mampu mencapai swasembada sekaligus surplus pangan, sehingga berpotensi menjadi negara pengekspor bahan pangan utama di kawasan regional.

“Kami memberikan apresiasi atas komitmen Presiden Prabowo yang menempatkan pangan sebagai prioritas utama pembangunan nasional. Negara besar selalu menempatkan ketahanan pangan sebagai pilar utama kemakmuran rakyat,” tegasnya.

Herman Khaeron yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat menambahkan, pemerintah perlu terus memastikan ketersediaan benih unggul secara merata di seluruh daerah agar produksi pertanian semakin meningkat.

“Kami mendukung penuh langkah pemerintah dalam memperkuat program pangan nasional, termasuk pembentukan kawasan pangan baru untuk mencapai kemandirian dan kedaulatan pangan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Editor: Redaksi Inapos 

 

58 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *