HUT ke-78 Subang, Anggota DPRD Jabar dr Encep Sugiana Harap Pengangguran dan Kemiskinan Menurun
INAPOS, SUBANG.- Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kabupaten Subang diharapkan menjadi titik evaluasi sekaligus penguatan arah pembangunan daerah.
Anggota DPRD Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, menekankan pentingnya penurunan angka pengangguran dan kemiskinan sebagai prioritas utama pemerintah daerah.
Hal tersebut disampaikan Encep usai mengikuti rapat paripurna istimewa HUT ke-78 Kabupaten Subang. Ia mengawali dengan menyampaikan ucapan selamat serta harapan agar Subang semakin maju di usia yang kian matang.
“Selamat hari jadi ke-78 Kabupaten Subang. Semoga semakin baik, inovatif, dan kreatif dalam melahirkan program-program pro rakyat demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Encep pada Senin (6/4/26).
Menurutnya, dalam menyongsong pembangunan ke depan, terutama menuju Indonesia Emas 2045, Pemerintah Kabupaten Subang perlu lebih fokus pada persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat, seperti pengangguran, kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan.
Encep menyoroti hadirnya investasi besar di Subang, seperti pabrik mobil listrik VinFast dan BYD, sebagai peluang strategis untuk menekan angka pengangguran. Ia berharap kehadiran industri tersebut benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal.
“Kehadiran investor besar ini harus mampu dimanfaatkan untuk menurunkan angka pengangguran. Anak-anak Subang harus menjadi prioritas untuk mengisi lapangan kerja yang tersedia,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia, khususnya lulusan SMA dan SMK, agar mampu terserap di dunia kerja. Pemerintah daerah diminta aktif mengawal proses rekrutmen tenaga kerja agar berjalan transparan dan berpihak pada masyarakat lokal.
“Pemerintah daerah harus memastikan proses rekrutmen berjalan baik, tanpa hambatan, dan mayoritas tenaga kerja berasal dari masyarakat Subang,” tegasnya.
Selain itu, Encep juga menyinggung pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pihak perusahaan guna menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi yang dimiliki masyarakat.
Di sisi lain, ia menekankan bahwa upaya pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara komprehensif, salah satunya melalui penguatan sektor pertanian yang menjadi basis ekonomi masyarakat Subang.
“Program pertanian harus jadi prioritas, mulai dari ketersediaan pupuk, obat-obatan hingga perbaikan infrastruktur seperti irigasi agar produksi tidak terhambat,” ungkapnya.
Tak hanya itu, sektor UMKM juga dinilai perlu mendapat perhatian lebih melalui dukungan permodalan, akses pasar, serta pembinaan manajemen usaha.
“UMKM harus diperkuat melalui pendidikan dan pembinaan yang intens, karena ini menjadi salah satu pilar ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Sita
Editor: Redaksi Inapos
