Minggu, Mei 10, 2026

Prosesi kirab budaya dari Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka, Jakarta. Foto: Nal
Ekonomi dan BisnisDaerah

Inflasi Jakarta April 2026 Tembus 2,12 Persen, Harga Emas Jadi Pemicu Utama

INAPOS, JAKARTA.- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta melaporkan kenaikan tingkat inflasi tahunan (year-on-year) pada April 2026 sebesar 2,12 persen. Angka ini didorong oleh peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang menyentuh level 109,68, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 107,40.

Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi di seluruh kelompok pengeluaran. Namun, lonjakan paling signifikan tercatat pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

“Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 11,58 persen,” ujar Kadarmanto dalam keterangan resminya, Selasa (5/5/26).

Selain perawatan pribadi, beberapa kelompok pengeluaran lain juga memberikan andil terhadap laju inflasi. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik sebesar 2,35 persen, disusul oleh kelompok pendidikan (2,17 persen), serta rekreasi dan olahraga (1,89 persen).

Secara lebih detail, sejumlah komoditas yang memberikan andil dominan terhadap inflasi tahunan (y-on-y) antara lain, Emas Perhiasan (penyumbang tertinggi). Bahan Pokok: Beras, daging ayam ras, daging sapi, dan minyak goreng dan Transportasi: Angkutan udara dan tarif ojek online.

“Sedangkan untuk inflasi dari bulan ke bulan (month-to-month), pendorong utamanya adalah kenaikan tarif angkutan udara, harga beras, serta bensin dan tarif kereta api,” tambah Kadarmanto.

Meski secara umum mengalami kenaikan, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga atau deflasi, sehingga menahan laju inflasi lebih jauh. Beberapa di antaranya adalah bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, telepon seluler, serta produk kebersihan rumah tangga seperti deterjen cair.

Untuk skala bulanan (m-to-m), komoditas yang menahan inflasi antara lain telur ayam ras dan sayuran hijau seperti bayam, kangkung, serta kacang panjang.

Berdasarkan data BPS, kontribusi inflasi tahunan Jakarta pada April 2026 paling besar disumbang oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,82 persen, diikuti oleh makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,45 persen, serta sektor transportasi sebesar 0,22 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender (year-to-date) Jakarta hingga April 2026 kini berada di angka 1,12 persen. Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan terus memantau stabilitas harga, terutama pada komoditas pangan dan jasa transportasi yang sensitif terhadap fluktuasi ekonomi.

Reporter: Agus

Editor: Redaksi Inapos 

 

 

61 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *