Investasi Jawa Tengah Tembus Rp23,02 Triliun di Triwulan I 2026
INAPOS, SEMARANG.- Iklim investasi di Jawa Tengah terus menunjukkan tren positif di awal tahun 2026. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, realisasi investasi pada Triwulan I (Januari–Maret) 2026 berhasil menyentuh angka Rp23,02 triliun.
Capaian membanggakan ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,35 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Selain nilai kapital yang besar, investasi ini juga berdampak signifikan terhadap sektor riil dengan menyerap 92.000 tenaga kerja melalui total 24.957 unit proyek.
Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengungkapkan bahwa Penanaman Modal Asing (PMA) masih menjadi motor penggerak utama ekonomi di wilayah ini. PMA berkontribusi sebesar Rp12,98 triliun (56,40%), disusul oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp10,04 triliun (43,6%).
“Ini bagi kami membanggakan. Di tengah tantangan geopolitik global, Jawa Tengah tetap dipercaya oleh investor mancanegara,” ujar Sakina saat ditemui di kantornya, Selasa (5/5/26).
Menariknya, struktur industri di Jawa Tengah mulai mengalami transformasi. Usaha padat modal seperti industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, hingga kelistrikan mulai menggeser dominasi sektor padat karya tradisional seperti tekstil dan alas kaki.
Meski demikian, Sakina menegaskan bahwa Jawa Tengah tetap menjadi primadona bagi industri yang membutuhkan banyak tenaga kerja. Hal ini didukung oleh ekosistem ekspor alas kaki yang sudah mapan dan berkembang pesat.
“Industri baterai, mulai dari komponen anoda hingga katoda, juga sudah berkembang di sini. Hal ini memicu sektor-sektor pendukung lainnya untuk ikut masuk ke Jawa Tengah,” tambah Sakina.
Berdasarkan sebaran wilayah, Kota Semarang menjadi pemimpin dalam penyerapan tenaga kerja. Berikut adalah lima besar daerah dengan serapan pekerja terbanyak di Jateng, Kota Semarang: 15.650 pekerja. Kendal: 9.009 pekerja. Brebes: 8.915 pekerja. Jepara: 6.897 pekerja. Klaten: 6.886 pekerja
Dari sisi asal negara, Singapura masih menduduki posisi puncak investor terbesar dengan nilai investasi Rp3,33 triliun. Diikuti oleh Hongkong (Rp3,22 triliun), RRT (Rp2,14 triliun), Jepang (Rp1,85 triliun), dan Korea Selatan (Rp0,52 triliun).
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan intensif bagi setiap investor yang masuk guna memastikan ekosistem bisnis tetap kondusif dan berkelanjutan.
Reporter: Ery
Editor: Redaksi Inapos
