Kamis, April 16, 2026

Penumpang kereta api saat turun di Stasiun Cirebon. Kris
Ekonomi dan Bisnis

KAI Daop 3 Cirebon Angkut 668 Ribu Penumpang hingga April 2025, Bukti Kereta Api Makin Diminati Masyarakat

INAPOS, KOTA CIREBON.- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mencatatkan kinerja positif dalam layanan angkutan penumpang selama Januari hingga April 2025.

Total volume penumpang yang terlayani mencapai 668.895 orang, meningkat 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 652.687 penumpang.

Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyebutkan bahwa kenaikan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap moda transportasi kereta api.

“Kenaikan volume angkutan penumpang ini menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi moda transportasi yang diminati masyarakat karena keandalan, keterjangkauan, ketepatan waktu, dan konektivitasnya yang luas,” ungkap dia dalam keterangannya pada Jum’at (9/5/25).

Secara rinci, volume penumpang bulanan yang tercatat adalah 169.624 orang pada Januari, 144.341 pada Februari, 130.989 pada Maret, dan meningkat signifikan menjadi 223.941 penumpang pada April 2025.

Lima stasiun dengan jumlah penumpang tertinggi di wilayah Daop 3 Cirebon antara lain, Stasiun Cirebon: 259.704 penumpang, Stasiun Cirebon Prujakan: 122.694 penumpang, Stasiun Jatibarang: 91.342 penumpang, Stasiun Brebes: 71.221 penumpang dan Stasiun Haurgeulis: 45.839 penumpang

Tingkat ketepatan waktu perjalanan kereta api di Daop 3 Cirebon juga sangat tinggi, mencapai 99,77 persen. Hal ini menunjukkan komitmen KAI dalam memberikan layanan yang handal dan profesional.

Muhibbuddin menambahkan, KAI terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, baik dari segi sistem perjalanan, reservasi, hingga fasilitas penumpang demi menciptakan kenyamanan maksimal.

Selain itu, dalam mendukung transportasi berkelanjutan, kereta api juga memiliki keunggulan sebagai moda transportasi rendah emisi karbon.

KAI turut serta dalam program pemerintah untuk mendorong masyarakat beralih ke transportasi massal, demi mengurangi kemacetan dan polusi udara di jalan raya.

“Angkutan penumpang menggunakan kereta api juga membantu mengurangi kemacetan dan beban jalan raya, serta meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar secara nasional,” tambah Muhibbuddin.

Peningkatan jumlah penumpang ini tak sekadar menjadi catatan angka, namun juga mencerminkan perubahan pola mobilitas masyarakat yang kini lebih memilih kereta api sebagai moda andalan karena aspek keselamatan, efisiensi, dan kenyamanan.

“Ini menunjukkan bahwa kereta api bukan hanya alternatif, tetapi mulai menjadi andalan dalam keseharian masyarakat,” pungkasnya.

 

Reporter: Kris

Reporter: Redaksi Inapos 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *