Lapas Cipinang Gelar Pemeriksaan Penyakit Menular, Warga Binaan Diberdayakan Jaga Kesehatan
INAPOS, JAKARTA.- Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang dalam menjamin hak kesehatan Warga Binaan kembali dibuktikan melalui pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Penyakit Menular, yang berlangsung pada Selasa, 10 Juni 2025, di Aula Blok B.
Kegiatan ini menjadi cerminan nyata dari pemasyarakatan yang humanis dan kolaboratif.
Program ini merupakan hasil sinergi antara Poliklinik Lapas Cipinang, Yayasan Mutiara Maharani, dan Puskesmas Cakung, yang menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan menyeluruh serta penyuluhan edukatif bagi Warga Binaan. Fokus utamanya adalah pada deteksi dini penyakit HIV, Sifilis, dan hipertensi.
Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa layanan kesehatan adalah hak dasar yang harus diberikan kepada seluruh Warga Binaan tanpa diskriminasi.
“Kesehatan adalah hak fundamental. Melalui kerja sama lintas sektor ini, kami ingin memastikan bahwa Warga Binaan tidak hanya diperiksa secara fisik, tapi juga diberikan pemahaman menyeluruh tentang pentingnya menjaga kesehatan,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan penyuluhan kesehatan oleh dr. Merri dari Puskesmas Kecamatan Cakung. Dalam materinya, ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan diri, mengenali gejala awal penyakit menular, serta memberdayakan Warga Binaan agar menjadi subjek aktif dalam menjaga kesehatannya sendiri.
“Infeksi ringan pada kulit atau kelamin sering kali merupakan awal dari penyakit menular serius. Edukasi semacam ini penting agar mereka tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga pelindung diri mereka sendiri,” jelas dr. Merri.
Setelah penyuluhan, dilakukan pemeriksaan tekanan darah dan skrining HIV/Sifilis kepada puluhan peserta. Hasil awal menunjukkan seluruh Warga Binaan yang diperiksa negatif HIV dan Sifilis, namun 10 orang terdeteksi mengalami gejala hipertensi dan segera dirujuk untuk tindak lanjut medis.
Salah satu Warga Binaan berinisial HK (53) mengaku bersyukur atas kesempatan tersebut.
“Kadang di sini kita lupa pentingnya kesehatan. Tapi dengan kegiatan ini, saya merasa diperhatikan dan termotivasi untuk menjaga kesehatan lebih baik,” ungkapnya.
Kegiatan ini mempertegas bahwa pembinaan di Lapas bukan hanya tentang pengawasan, tetapi juga tentang peningkatan kualitas hidup Warga Binaan. Kolaborasi seperti ini menjadi langkah penting menuju sistem pemasyarakatan yang inklusif, peduli, dan berorientasi pada pemulihan sosial.
Dengan keberhasilan ini, Lapas Cipinang menegaskan peran strategisnya dalam mewujudkan lembaga pemasyarakatan yang tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga sebagai bagian dari sistem pelayanan sosial nasional.
Reporter: Zaenal
Editor: Redaksi Inapos
