Lapas Kelas 1 Tangerang Dorong Kemandirian lewat Rumah Tahan Gempa
Inapos.id, Tangerang – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang terus memperkuat program pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui kerja sama strategis antara Jawara Beton dan PT Semen Merah Putih dalam pengembangan modul rumah tahan gempa.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemasyarakatan dalam meningkatkan keterampilan kerja berbasis kebutuhan industri dan pembangunan nasional, Rabu (14/1).
Kerja sama tersebut difokuskan pada pengembangan modul RISHAM (Rumah Instan Sehat Aman), teknologi bangunan beton pracetak yang dirancang tahan gempa, efisien, serta ramah lingkungan.
Program ini sekaligus mendukung agenda nasional di sektor perumahan dan mitigasi bencana, khususnya dalam penyediaan hunian aman bagi masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Tangerang Beni Hidayat beserta jajaran pejabat struktural. Kehadiran pimpinan Lapas menjadi wujud komitmen institusi dalam memastikan pembinaan kemandirian berjalan terstruktur, akuntabel, dan berorientasi pada produktivitas jangka panjang.
Dalam pelaksanaannya, Warga Binaan dilibatkan secara aktif melalui program Jawara Beton, mulai dari proses produksi hingga pengembangan modul RISHAM. Keterlibatan tersebut dirancang untuk menanamkan keterampilan teknis, etos kerja profesional, serta kesiapan menghadapi dunia kerja setelah kembali ke masyarakat.
Modul RISHAM sendiri merupakan sistem bangunan beton pracetak yang telah melalui berbagai tahapan pengujian teknis, seperti uji mutu material, uji struktur, serta analisis ketahanan terhadap beban gempa. Hasil pengujian tersebut menjadikan RISHAM sebagai solusi hunian yang aman, berkualitas, dan aplikatif di berbagai kondisi wilayah rawan bencana.
Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menegaskan bahwa kolaborasi dengan PT Semen Merah Putih merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian yang relevan dengan kebutuhan industri konstruksi nasional.
“Melalui Jawara Beton, kami berkomitmen menghadirkan pembinaan kemandirian yang tidak hanya membekali Warga Binaan dengan keterampilan teknis, tetapi juga menghasilkan produk konstruksi yang terstandar, bernilai tinggi, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Beni.
Sementara itu, narasumber kegiatan Erik Rinaldo menjelaskan bahwa modul RISHAM dirancang menggunakan beton mutu K-300 dengan sistem panel ringan yang mudah dirakit tanpa memerlukan alat berat.
“RISHAM telah lulus uji Bintek PUPR, uji mutu material, serta analisis struktur. Sistem ini memungkinkan pembangunan lebih cepat, efisien dari sisi biaya, dan tetap aman terhadap gempa,” jelasnya.
Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Tangerang, Aris Supriyadi, menambahkan bahwa kerja sama ini menjadi sarana strategis dalam peningkatan kompetensi dan profesionalisme Warga Binaan secara berkelanjutan.
“Warga Binaan terlibat langsung dalam proses produksi Jawara Beton dengan pengawasan mutu dan penerapan standar keselamatan kerja. Pembinaan ini kami arahkan agar mereka memiliki keterampilan nyata, disiplin kerja, dan kesiapan memasuki dunia kerja,” ungkap Aris.
Melalui sinergi antara Lapas Kelas I Tangerang dan PT Semen Merah Putih, program Jawara Beton dikembangkan sebagai model pembinaan kemandirian Pemasyarakatan yang produktif, profesional, dan berkelanjutan.
Pengembangan modul rumah tahan gempa ini menjadi bukti nyata kontribusi Pemasyarakatan dalam mendukung pembangunan nasional yang aman, inklusif, serta berorientasi pada pemberdayaan manusia.
