Jumat, April 17, 2026

Mahasiswa UI teliti produk fly ash bottom ash (FABA) hasil karya warga binaan Lapas Tangerang. Foto: Nal
DaerahPemerintah

Mahasiswa UI Teliti Produk FABA Karya Warga Binaan Lapas Tangerang

INAPOS, TANGERANG.- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang menerima kunjungan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dalam rangka peninjauan langsung terhadap produk fly ash bottom ash (FABA) hasil karya warga binaan pada Rabu (12/11/25).

Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi riset bersama PT PLN (Persero) untuk mendukung pembangunan showcase house atau rumah contoh berbasis material FABA sebagai solusi inovatif dalam penerapan ekonomi hijau.

Rombongan mahasiswa UI hadir bersama Vice President Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Pusat, Prima, serta Manajer TJSL PLN Pusat, Pandhu, yang turut mendampingi secara langsung kegiatan peninjauan tersebut.

Pendampingan ini menjadi wujud nyata komitmen PLN dalam memastikan kualitas, keberlanjutan, dan manfaat sosial dari pengolahan limbah FABA di lingkungan Lapas.

Sebagai tindak lanjut kegiatan, sejumlah produk FABA hasil karya warga binaan Lapas Kelas I Tangerang dibawa oleh mahasiswa UI untuk dilakukan serangkaian pengujian di laboratorium kampus. Pengujian tersebut meliputi uji material, perhitungan Life Cycle Assessment (LCA), serta perbandingan antara rumah berbahan FABA dengan rumah berbahan bata konvensional.

Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi positif antara dunia akademik, industri, dan pemasyarakatan dalam mengembangkan inovasi ramah lingkungan.

“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian di Lapas dapat menghasilkan karya yang bernilai dan berkontribusi bagi riset serta pembangunan berkelanjutan. Sebagai bagian dari Corporate University Pemasyarakatan, kami berkomitmen menjadikan Lapas sebagai ruang pembelajaran produktif yang tidak hanya memberi keterampilan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi strategis dengan pihak eksternal,” ujar Beni.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa Universitas Indonesia, Biman, menjelaskan bahwa hasil uji laboratorium tersebut akan dijadikan dasar kajian pembangunan rumah contoh PLN. Seluruh material yang digunakan nantinya akan bersumber dari produksi FABA Lapas dan harus memenuhi standar arsitektur serta keberlanjutan.

“Produk dari Lapas Kelas I Tangerang akan kami jadikan bahan utama dalam kajian rumah contoh PLN. Nantinya akan dilakukan perhitungan LCA, uji material, serta analisis perbandingan antara rumah FABA dan rumah bata. Ide pengolahan limbah ini menarik untuk dikembangkan di dunia arsitektur karena mampu menghasilkan produk berkualitas yang sudah melalui proses uji tekan,” ujar Biman.

Reporter: Zaenal

Editor: Redaksi Inapos 

 

61 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *