Jumat, April 17, 2026

Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, resmi melepas keberangkatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 1446 H/2025 M di Asrama Haji, Cipondoh, Tangerang, Kamis (7/5/25). Nal
NasionalPemerintahSosial

Menag Nasaruddin Umar Lepas Petugas Haji 2025, Jadikan Ini Tugas Suci: Bukan Ajang Pamer

INAPOS, TANGERANG.- Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, secara resmi melepas keberangkatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 1446 H/2025 M di Asrama Haji, Cipondoh, Tangerang, Kamis (7/5/25).

Pelepasan ditandai dengan penyerahan pataka bendera Merah Putih dari Menag kepada Kolonel Harun Alrasyid, Kepala Bidang Pelindungan Jemaah (Linjam), sebagai simbol kesiapan dan amanah dalam melayani jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin menekankan pentingnya niat dan keikhlasan dalam menjalankan tugas sebagai petugas haji. Ia mengingatkan bahwa kesempatan menjadi petugas adalah anugerah luar biasa yang belum tentu terulang kembali.

“Ini sejarah dalam hidup. Belum tentu teman-teman bisa melaksanakan haji tahun depan. Bersyukurlah, karena banyak yang ingin jadi petugas, tapi hanya kalian yang terpilih,” ujarnya.

Menag juga mengajak seluruh petugas untuk mengenang orangtua yang mungkin belum sempat berhaji. Ia menyebut bahwa kesempatan ini bisa jadi merupakan jawaban atas doa orangtua mereka.

“Jangan lupakan orangtua. Doakan mereka, mungkin inilah buah dari doa mereka. Jalankan tugas ini dengan hati yang suci dan niat lillahi ta’ala,” tambahnya.

Menag Nasaruddin memberikan pesan mendalam agar seluruh petugas menjaga fokus dan profesionalisme. Ia mengingatkan bahwa tujuan utama ke Tanah Suci adalah melayani jemaah, bukan mencari keuntungan pribadi.

“Tugas kita bukan untuk berdagang, pamer, atau cari jodoh. Fokuslah, gunakan kacamata kuda. Ini tugas mulia, bukan ajang pamer,” tegasnya.

Selain itu, Menag juga mengajak para petugas untuk melakukan introspeksi diri, dengan memulai perjalanan spiritual ini melalui mandi taubat dan salat taubat dua rakaat sesampainya di Tanah Suci.

“Anggaplah ini haji terakhir. Siapa tahu ini perpisahan. Doakan almarhum, saudara-saudara kita di Palestina, dan bahkan orang-orang yang pernah menyakiti kita. Balas dengan senyum, itu tanda keikhlasan,” pesannya.

Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Hilman Latief, menegaskan bahwa proses keberangkatan jemaah masih terus dikawal ketat. Ia juga mengingatkan bahwa setibanya di Jeddah, para petugas akan langsung menjalankan ibadah umrah dan harus siap siaga menyambut kedatangan jemaah dari Madinah.

“Terima kasih atas dedikasi seluruh petugas. Semoga diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas,” ujar Hilman.

Acara pelepasan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Dirjen PHU Arfi Hatim, Direktur Bina Haji Musta’in Ahmad, serta para pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemenag, staf khusus, dan tenaga ahli Menag.

Reporter: Zaenal

Editor: Redaksi Inapos 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *