Paguyuban Pakuwetan Resmi Dibentuk, Pelaku Usaha Cirebon Timur Sepakat Perkuat Kolaborasi dan Profesionalitas
Paguyuban Pakuwetan Resmi Dibentuk, Pelaku Usaha Cirebon Timur Sepakat Perkuat Kolaborasi dan Profesionalitas
Inapos.id, Kab. Cirebon – Para pelaku usaha di sektor hiburan, wisata, dan kuliner yang beroperasi di kawasan Ciledug dan Cirebon Timur resmi menyatukan langkah melalui pembentukan Paguyuban Pakuwetan (Paguyuban Kuliner dan Wisata Cirebon Wetan). Wadah bersama ini lahir dari sebuah pertemuan strategis yang berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, menghasilkan kesepakatan penting bagi masa depan pengembangan ekonomi kreatif di wilayah tersebut.
Dalam musyawarah tersebut, peserta secara aklamasi menunjuk Shidiq Whibisono sebagai Ketua Umum, dan R. Hamzaiya, S.Hum dipercaya mengemban tugas sebagai Sekretaris Jenderal.
Pembentukan paguyuban ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat iklim investasi dan tata kelola usaha di sektor wisata, kuliner, dan hiburan. Selama ini, Cirebon Timur dikenal memiliki potensi ekonomi yang terus berkembang, namun belum sepenuhnya terwadahi dalam sistem kolaborasi yang terstruktur. Melalui paguyuban tersebut, para pelaku usaha berharap dapat menghadirkan ruang komunikasi yang lebih kondusif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan jangka panjang.
Paguyuban sebagai Wadah Sinergi Pelaku Usaha
Sekjen Paguyuban Pakuwetan, R. Hamzaiya, S.Hum, menegaskan bahwa keberadaan organisasi ini bukan sekadar forum kumpul pelaku usaha. Ia menilai paguyuban ini merupakan langkah besar untuk memperkuat daya saing industri lokal di tengah dinamika perubahan pasar.
“Paguyuban ini bukan sekadar ruang pertemuan, tetapi instrumen kolektif untuk membangun masa depan industri daerah yang lebih kompetitif,” ujarnya. Senin (8/11/2025)
Menurut Hamzaiya, tantangan pelaku usaha di Cirebon Timur tidak hanya soal persaingan pasar, tetapi juga terkait kualitas layanan, regulasi, hingga kebutuhan untuk bekerja dalam jaringan usaha yang lebih solid.
Ia menjelaskan bahwa selama ini banyak pelaku usaha bergerak secara individual tanpa ruang koordinasi yang memadai.
“Selama ini banyak usaha yang berjalan sendiri-sendiri dan menghadapi tantangan masing-masing tanpa ruang koordinasi yang baik. Dengan adanya paguyuban, kita bisa membangun jejaring bersama dan menyusun strategi pengembangan yang terintegrasi,” katanya.
Dorong Kolaborasi dan Promosi Terpadu
Melalui Paguyuban Pakuwetan, Hamzaiya menyebutkan bahwa pelaku usaha kini memiliki wadah untuk bertukar gagasan dan menyusun langkah-langkah promosi yang lebih komprehensif.
“Paguyuban ini akan membuka peluang untuk mengembangkan strategi promosi terpadu dan merancang agenda kegiatan yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Cirebon Timur,” tuturnya.
Upaya tersebut juga menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas kuliner dan potensi wisata lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Hamzaiya meyakini bahwa sinergi antar pelaku usaha hiburan, kuliner, dan wisata akan melahirkan inovasi baru, seperti festival daerah, promosi lintas usaha, hingga kalender kegiatan wisata yang lebih terencana.
Fokus pada Peningkatan Kualitas Layanan
Lebih jauh, Hamzaiya menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pelaku usaha sebagai kunci utama daya saing industri kreatif di daerah.
“Melalui paguyuban, pelaku usaha diharapkan mendapatkan pendampingan pengetahuan, pelatihan manajemen, dan pemahaman terkait standar pelayanan profesional. Ketika kualitas layanan meningkat, dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat dan pengunjung,” jelasnya.
Paguyuban Pakuwetan juga akan berupaya menjadi mitra konstruktif bagi pemerintah daerah, khususnya dalam menyampaikan aspirasi dan mengawal kebijakan terkait pengembangan ekonomi kreatif.
Bangun Ekosistem Usaha yang Etis dan Berkelanjutan
Di akhir pernyataannya, Hamzaiya menegaskan bahwa Paguyuban Pakuwetan dibangun atas komitmen bersama untuk menghadirkan usaha yang unggul, beretika, dan berkelanjutan.
“Paguyuban ini hadir sebagai komitmen bersama untuk membangun sektor kuliner, wisata, dan hiburan yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga beretika, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan,” katanya.
Ia berharap paguyuban tersebut dapat menjadi motor penggerak bagi terciptanya ekosistem usaha yang lebih kuat dan profesional, sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Cirebon Timur.
“Ketika pelaku usaha bersatu dalam visi yang sama, maka peluang pembangunan daerah akan semakin terbuka lebar,” pungkas R. Hamzahiya.
