Jumat, April 17, 2026

Rapat Konsolidasi Internal DPD dan DPC PDI Perjuangan yang dirangkaikan dengan penyerahan serta sosialisasi Surat Keputusan (SK) DPP
DaerahPolitik

PDI Perjuangan Buka Ruang Aspirasi Warga di Cirebon, Ono Surono: Partai Harus Hadir dan Solutif

INAPOS, KOTA CIREBON.- PDI Perjuangan menunjukkan pendekatan politik yang berbeda di tengah masyarakat. Di Kota Cirebon, kegiatan konsolidasi partai tidak hanya menjadi agenda internal, tetapi juga berubah menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan secara langsung.

Hal tersebut terlihat dalam Rapat Konsolidasi Internal DPD dan DPC PDI Perjuangan yang dirangkaikan dengan penyerahan serta sosialisasi Surat Keputusan (SK) DPP, yang digelar di RW 06 Kampung Kedung Menjangan, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kamis (2/4/2026) malam.

Kegiatan ini dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, Ketua DPP Bidang Hukum dan Advokasi Rony Talapessy, Ketua DPC PDI Kabupaten Cirebon Imron, serta jajaran pengurus, anggota fraksi DPRD, kader, simpatisan, hingga masyarakat umum.

Meski diguyur hujan lebat, kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Warga dari berbagai kalangan tampak duduk berdampingan dengan kader partai, menciptakan suasana yang akrab dan terbuka.

Atribut merah khas partai mendominasi lokasi, sementara spanduk bertuliskan “Rapat Konsolidasi Internal dan Pendidikan Politik DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat” terpampang jelas.

Dalam kesempatan tersebut, Ono Surono bersama Rony Talapessy juga menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada perwakilan masyarakat.

Usai kegiatan, Ono Surono menegaskan bahwa agenda ini memang dirancang untuk melibatkan masyarakat secara langsung, sekaligus memperkuat fungsi partai sebagai penghubung aspirasi rakyat.

“Agenda hari ini adalah kegiatan SK DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon, sekaligus silaturahmi dengan warga. Kita ingin memastikan seluruh pengurus dari DPC, PAC hingga ranting benar-benar menjalankan tugasnya sebagai partai yang selalu hadir di tengah rakyat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pola kegiatan partai ke depan harus lebih terbuka dan tidak lagi bersifat eksklusif.

“Ke depan, setiap kegiatan partai harus melibatkan warga. Karena masih banyak persoalan masyarakat yang belum selesai, mulai dari sosial, pendidikan hingga kesehatan,” ujarnya.

Menurut Ono, kehadiran partai politik tidak boleh hanya bersifat simbolik, melainkan harus mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

“Hadirnya PDI Perjuangan di tengah rakyat diharapkan bisa membantu memperjuangkan agar permasalahan warga bisa selesai,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ono juga memperkenalkan layanan pengaduan atau call center resmi dari DPP PDI Perjuangan yang dapat diakses masyarakat melalui WhatsApp maupun SMS.

“Masyarakat yang bingung harus melapor ke mana, bisa langsung menghubungi nomor tersebut. Semua laporan akan diproses sesuai kewenangan, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kota dan kabupaten,” jelasnya.

Ia merinci, setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai level pemerintahan. Laporan yang menjadi kewenangan pusat akan diteruskan ke DPR RI, sementara tingkat provinsi dan daerah akan ditangani oleh struktur partai setempat.

Saat ditanya jenis laporan yang dapat disampaikan, Ono menjawab dengan santai namun tegas bahwa hampir semua persoalan bisa dilaporkan.

“Apa saja, kecuali ‘pengen cari jodoh’. Yang jelas, setiap laporan pasti direspons. Sudah ada beberapa yang masuk dan ditindaklanjuti. Silakan dicoba, minimal pasti ada balasan dari admin,” pungkasnya.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos

 

61 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *