Pegawai Imipas Ikuti Studi Lapangan PKA 2025: Belajar Kepemimpinan Adaptif dari Dinas Pendidikan Aceh
KAB CIREBON.- Pegawai Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di seluruh Indonesia, mengikuti studi lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Tahun 2025 yang difasilitasi oleh Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Kinerja (Pusjar SKMK) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Aceh.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (16/9/2025), dan dipandu oleh fasilitator LAN, Desi Marisanty Pardede, S.Pd., M.Si.
Salah satu peserta, Latif Sudrajat, yang juga Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon, menyampaikan bahwa studi lapangan ini memberikan wawasan berharga mengenai praktik kepemimpinan adaptif, kolaboratif, dan berbasis data.
“Melalui kegiatan ini kami belajar langsung bagaimana pemerintah daerah seperti Dinas Pendidikan Aceh mampu mengelola sumber daya yang besar dengan pendekatan kepemimpinan yang inovatif dan berorientasi hasil. Ini menjadi inspirasi bagi kami dalam meningkatkan efektivitas kinerja di lingkungan pemasyarakatan,” ujarnya pada Kamis (9/10/25).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, ST., DEA., MA, dalam paparannya menjelaskan bahwa kinerja pendidikan tidak hanya diukur dari angka partisipasi sekolah atau akreditasi lembaga, tetapi juga dari kemampuan menumbuhkan karakter dan kompetensi peserta didik.
“Kami menekankan keseimbangan antara aspek spiritual, intelektual, dan sosial. Pendidikan Aceh harus melahirkan generasi yang beriman, berilmu, dan berintegritas,” tegasnya, dikutip dari rri.co.id.
Marthunis juga menekankan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaboratif dalam mengelola sumber daya pendidikan yang luas. Dengan lebih dari 28 ribu guru dan hampir seribu ASN di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh, pihaknya menerapkan pendekatan “growth mindset – khairu ummah” sebagai prinsip dasar kebijakan.
“Kami mendorong setiap pegawai memiliki integritas tinggi, disiplin waktu, dan kemampuan berkolaborasi untuk mencapai value for money dalam penggunaan anggaran,” tambahnya.
Dalam paparannya, ia juga menyampaikan sejumlah capaian positif, di antaranya Angka Partisipasi Kasar (APK) mencapai 96,6% dan Rata-Rata Lama Sekolah meningkat menjadi 9,64 tahun. Selain itu, transformasi digital di Dinas Pendidikan Aceh telah diterapkan melalui sistem tata laksana berbasis data, sebagai bagian dari reformasi birokrasi pendidikan.
Fasilitator LAN, Desi Marisanty Pardede, mengapresiasi paparan tersebut dan menyebutnya sebagai contoh konkret tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan berlandaskan nilai-nilai religius.
“Paparan ini menjadi inspirasi bagi peserta PKA untuk mengadopsi praktik kepemimpinan yang humanis, berbasis data, dan berorientasi hasil,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, peserta PKA Angkatan II Tahun 2025 diharapkan dapat mereplikasi semangat integritas dan kolaborasi sebagaimana dicontohkan Dinas Pendidikan Aceh, serta mengimplementasikannya dalam peningkatan mutu layanan publik di bidang hukum, imigrasi, dan pemasyarakatan.
Reporter: Kris
Editor: Redaksi Inapos
