Jumat, April 17, 2026

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo saat meninjau titik rawan banjir. Foto: Kris
PemerintahDaerah

Pemkot Cirebon Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan, Wali Kota Edo Tinjau Titik Rawan Banjir

INAPOS, KOTA CIREBON.- Pemerintah Kota Cirebon terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi naiknya curah hujan pada awal tahun 2026.

Langkah konkret dilakukan melalui kegiatan monitoring langsung ke sejumlah kawasan rawan banjir yang dipimpin Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama Forkopimda dan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa (2/12/25).

Peninjauan dilakukan di beberapa titik yang selama ini mendapat perhatian serius, seperti RW 08 dan RW 09 Terminal Drajat yang berbatasan dengan aliran Sungai Suba, kawasan Suradinaya RW 08 dan RW 06 Kelurahan Pekiringan, wilayah belakang GTC dekat Sungai Kedung Pane, serta Lawang 9 Kasepuhan yang dialiri Sungai Kriyan.

Sejak pagi, rombongan menyusuri bantaran sungai dan saluran drainase di kawasan tersebut. Pemeriksaan dilakukan secara detail untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus memetakan kebutuhan penanganan mendesak sebelum puncak musim hujan tiba.

“Alhamdulillah, saya bersama Pak Kapolres, BBWS, dan dinas terkait melakukan survei penanggulangan banjir. Prakiraan cuaca menunjukkan peningkatan curah hujan pada Januari, sehingga upaya pencegahan harus dipercepat,” ujar Wali Kota Edo.

Edo menjelaskan, beberapa titik telah mulai ditangani melalui pengerukan, pendalaman sungai, dan pembersihan sedimentasi. Proses ini dilakukan oleh Pemkot Cirebon dengan dukungan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung.

Langkah tersebut diupayakan selesai hingga akhir Desember agar aliran sungai tetap lancar saat curah hujan meningkat.

“Ada beberapa sungai yang kita upayakan semaksimal mungkin untuk dikeruk agar alirannya kembali lancar,” jelasnya.

Kegiatan monitoring ini menjadi momentum penting untuk menentukan langkah berikutnya. Edo menegaskan bahwa tindakan cepat, terukur, dan berkelanjutan diperlukan agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh warga.

Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif melakukan perbaikan drainase lingkungan masing-masing. Menurutnya, keterlibatan warga menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko genangan.

“Terima kasih kepada warga yang terus berbenah untuk drainase di wilayah masing-masing. Luar biasa, saya sangat mengapresiasi,” ungkapnya.

Dari hasil peninjauan, tercatat beberapa sungai besar membutuhkan tindakan lanjutan, seperti perkuatan bronjong, pengerukan lebih dalam, hingga penataan ulang tebing sungai agar lebih aman.

Edo memastikan koordinasi antara Pemkot Cirebon dan BBWS terus berjalan intensif.

“Sungai-sungai besar ini menjadi tanggung jawab bersama BBWS dan pemerintah kota. Insyaallah kalau kerja bareng, penyelesaiannya lebih cepat,” ujarnya.

Selain langkah penanganan fisik, Pemkot Cirebon berkomitmen menambah frekuensi pemeliharaan rutin, termasuk pembersihan sedimentasi dan penanganan sampah sungai yang kerap menjadi penyebab penyempitan aliran.

Upaya ini bukan hanya respons musiman menjelang hujan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pengurangan risiko banjir di kawasan perkotaan.

Monitoring di lapangan ini merupakan salah satu rangkaian persiapan menghadapi musim hujan melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga teknis, dan masyarakat.

Dengan sinergi yang semakin kuat, Pemkot Cirebon berharap upaya pencegahan banjir dapat berjalan efektif agar kejadian serupa di tahun-tahun sebelumnya tidak kembali terulang.

Wali Kota Edo memastikan bahwa pemerintah akan terus mengawal seluruh proses mitigasi hingga tuntas. Ia juga mengimbau warga tetap waspada sambil menjaga kebersihan lingkungan.

“Insyaallah dengan kerja bersama, kita bisa menghadapi musim hujan tahun ini dengan lebih siap dan lebih kuat,” pungkasnya.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

 

58 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *