Pencopotan Kadishub Kota Cirebon di Tengah Wacana Proyek KPBU APJ Disorot, Pengamat Nilai Muncul Sinyalemen Politis
INAPOS, KOTA CIREBON.- Pencopotan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Cirebon dari Andi Armawan menuai perhatian publik, seiring dengan bergulirnya proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk Alat Penerangan Jalan (APJ).
Pengamat politik Kota Cirebon, Sutan Aji Nugraha, menilai adanya sinyalemen politis yang berkembang di tengah masyarakat terkait pergantian tersebut. Hal itu disampaikannya pada Rabu (1/4/26).
Menurut Sutan Aji, persepsi publik terhadap proyek KPBU APJ saat ini terkesan kurang tepat. Ia menegaskan bahwa skema KPBU bukanlah sesuatu yang “haram”, melainkan instrumen yang sah dalam pembangunan, selama dijalankan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
“KPBU sendiri bukan sesuatu yang salah. Namun penerapannya dalam persoalan APJ ini yang akhirnya menjadi bias di masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, polemik yang muncul justru membuka ruang pertanyaan publik mengenai prioritas pembangunan di Kota Cirebon. Menurutnya, masyarakat masih merasakan adanya persoalan fundamental yang lebih mendesak, seperti layanan kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan dasar seperti air bersih dari PDAM.
“Apakah Kota Cirebon segelap itu? Sementara ada hal-hal mendasar yang langsung dirasakan masyarakat seperti kesehatan, pendidikan, dan air bersih,” katanya.
Sutan Aji menegaskan bahwa implementasi KPBU seharusnya mengedepankan prinsip good governance, yakni transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik.
Hal tersebut penting untuk memastikan program pembangunan berjalan efektif serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa persoalan ini tidak bisa dilihat semata sebagai urusan administratif. Menurutnya, seluruh elemen, baik masyarakat maupun politisi, perlu melihat isu ini secara lebih komprehensif dan objektif.
“Ini bukan sekadar persoalan administratif. Semua pihak harus melihat persoalan di ruang publik secara fundamental, komprehensif, dan objektif,” tegasnya.
Reporter: Kris
Editor: Redaksi Inapos
