Jumat, April 17, 2026

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir langsung memberikan penghormatan terakhir kepada Meriyati Hoegeng, di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Tonjong, Bogor, Jawa Barat. Foto: Nal
HeadlineNasionalTNI / POLRI

Pesan Terakhir Eyang Meri untuk Polri: “Jadilah Polisi Berintegritas”, Disampaikan Kapolri di Pemakaman

INAPOS, JAKARTA.- Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman Meriyati Hoegeng, yang akrab disapa Eyang Meri, istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir langsung memberikan penghormatan terakhir di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Tonjong, Bogor, Jawa Barat pada Rabu (4/2/26).

Di tengah duka yang mendalam, Kapolri membagikan kenangan sekaligus pesan terakhir almarhumah yang dinilainya penuh makna bagi keluarga besar Kepolisian Republik Indonesia.

Menurut Sigit, dalam setiap kesempatan pertemuan, Eyang Meri selalu menitipkan pesan moral kepada insan Bhayangkara agar tetap menjadi polisi yang berintegritas dan dekat dengan masyarakat.

“Beliau selalu berpesan di setiap acara kami, jadilah polisi yang baik, memiliki integritas, dan polisi yang bisa melindungi serta mengayomi masyarakat,” ujar Sigit usai mengikuti prosesi pemakaman.

Pesan tersebut bahkan kembali diperdengarkan saat Kapolri melayat ke rumah duka. Keluarga almarhumah memutar rekaman suara Eyang Meri yang berisi nasihat untuk seluruh anggota Polri.

“Tadi malam kami mendengarkan langsung suara beliau yang direkam oleh Mas Rama, bagaimana beliau selalu menyampaikan pesan: jadilah contoh teladan dan mulailah dari diri sendiri. Saya kira itu menjadi spirit besar bagi kami keluarga besar Polri,” ungkapnya.

Bagi Sigit, pesan tersebut bukan sekadar nasihat, melainkan amanah yang harus dijaga dan diteruskan. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran Polri memiliki tanggung jawab moral untuk merawat kepercayaan masyarakat, sebagaimana pesan yang selalu disampaikan Eyang Meri semasa hidupnya.

“Pesan beliau saat terakhir adalah, ‘tolong jaga dan titip institusi Polri’. Itu amanah yang harus terus kami kumandangkan,” katanya.

Ia menilai, keteladanan keluarga Hoegeng telah lama menjadi simbol integritas di tubuh Polri. Karena itu, pesan Eyang Meri dinilai sejalan dengan semangat pembenahan dan penguatan nilai-nilai moral di institusi kepolisian.

“Sebagaimana tugas pokok kami dan doktrin kami untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Banyak hal yang kami kenang dari Eyang Hoegeng dan keluarga. Warisan nilai dari para pendahulu ini akan terus menjadi api semangat bagi kami,” tutur Sigit.

Di akhir pernyataannya, Kapolri menyampaikan penghormatan dan terima kasih atas keteladanan yang diwariskan almarhumah.

“Selamat jalan Eyang Meri. Terima kasih atas semua pesan dan keteladanan yang telah diberikan. Itu akan terus hidup dalam semangat pengabdian kami,” tutupnya.

Reporter: Zaenal

Editor: Redaksi Inapos 

 

61 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *