Kamis, April 16, 2026

Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan pimpin apel gelar pasukan Operasi Zebra Lodaya 2025. Foto: Nal
TNI / POLRIDaerah

Polda Jabar Resmi Gelar Operasi Zebra Lodaya-2025, 2.088 Personel Siap Wujudkan Kamseltibcarlantas

INAPOS, BANDUNG.- Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) resmi memulai Operasi Kepolisian Kewilayahan “Zebra Lodaya-2025” pada Senin (17/11/25).

Operasi yang diawali dengan apel gelar pasukan di Mapolda Jabar ini bertujuan memastikan kesiapan seluruh personel sebelum diterjunkan ke lapangan.

Operasi tahunan ini merupakan langkah strategis Polri, khususnya Direktorat Lalu Lintas, dalam menjaga keamanan, kelancaran arus lalu lintas, serta menekan angka kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan di wilayah hukum Polda Jabar.

Kegiatan ini juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, mengungkapkan bahwa Operasi Zebra Lodaya-2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025.
“Operasi ini digelar serentak di seluruh wilayah hukum Polda Jabar dan Polres jajaran. Secara khusus, operasi ini dilaksanakan untuk menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” ujarnya.

Menjelang perayaan Natal 2025, Polda Jabar mengerahkan 2.088 personel, terdiri dari 520 personel Satgas Polda dan 1.568 personel Satgasres jajaran. Operasi tahun ini mengusung tema Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Ops Lilin Lodaya-2025.”

Kapolda menjelaskan bahwa target utama operasi adalah menurunnya fatalitas kecelakaan, berkurangnya pelanggaran lalu lintas, serta meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.

Sasaran operasi meliputi potensi gangguan, ambang gangguan, serta gangguan nyata yang dapat memicu kemacetan maupun kecelakaan.

Dalam pelaksanaannya, Operasi Zebra Lodaya-2025 menerapkan strategi preemtif (40%), preventif (40%), dan represif (20%) yang dilakukan dengan pendekatan humanis. Untuk penindakan, Kapolda menekankan penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebesar 95%, sementara penindakan manual hanya 5%.

“Personel yang bertugas harus mengutamakan keselamatan, memberikan edukasi tertib berlalu lintas, serta menghindari tindakan kontraproduktif maupun sikap arogan. Kehadiran Polantas harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Irjen Rudi Setiawan.

Di akhir amanatnya, Kapolda berharap seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan profesional dan bertanggung jawab demi terwujudnya situasi lalu lintas yang aman, nyaman, dan kondusif.

Operasi ini akan mencakup pengawasan di seluruh wilayah hukum Polda Jabar, baik jalan tol maupun jalan arteri. Selain itu, para perwira juga diperintahkan untuk memperkuat fungsi pengawasan dan pengendalian secara melekat dan berjenjang selama operasi berlangsung.

Reporter: Zaenal

Editor: Redaksi Inapos 

 

62 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *