Kamis, April 16, 2026

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan pidato perdana dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta. Hs/Nal
Pemerintah

Pramono Anung Sampaikan Pidato Perdana sebagai Gubernur DKI Jakarta, Usung Jakarta sebagai Kota Global

INAPOS, JAKARTA.- Gubernur DKI Jakarta periode 2025-2030, Pramono Anung, menyampaikan pidato perdana dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Kamis (20/2/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Pramono menegaskan komitmennya untuk membangun Jakarta sebagai kota global dengan kerja sama erat antara eksekutif dan legislatif.

Rapat Paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, didampingi empat Wakil Ketua DPRD, yakni Rany Mauliani, Wibi Andrino, Ima Mahdiah, dan Basri Baco.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang mendalam dan mengharapkan kerja sama yang baik antara Pemerintah DKI Jakarta dengan DPRD DKI Jakarta,” ujar Pramono.

Ia menekankan bahwa jabatan yang diembannya merupakan amanah yang akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kolaborasi.

Tidak mungkin dikerjakan sendiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur atau Pemerintah Jakarta. Harus bersama-sama dengan DPRD,” tegasnya.

Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara

Dalam pidatonya, Pramono menyoroti status Jakarta yang masih menjadi ibu kota negara hingga saat ini. Ia menjelaskan bahwa meskipun Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 telah terbit, Keputusan Presiden (Keppres) terkait pemindahan ibu kota belum diteken oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Maka dalam pembahasan acara ini masih menggunakan Daerah Khusus Ibukota karena terminologinya masih seperti itu,” ungkapnya.

Prioritas 100 Hari: Pendidikan, Transportasi, dan Air Bersih

Pramono memaparkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan bersama Wakil Gubernur Rano Karno dalam 100 hari pertama kepemimpinan mereka. Beberapa di antaranya adalah:

  • Penyempurnaan layanan dasar pendidikan, termasuk pengembalian Kartu Jakarta Pintar (KJP) kepada 520 ribu penerima.
  • Perluasan akses transportasi umum dengan mengembangkan Transjakarta menjadi Transjabodetabek.
  • Pengembangan aplikasi JAKI menjadi super apps yang modern, termasuk hotline konseling kesehatan jiwa 24 jam.
  • Perluasan akses air bersih dan air minum untuk mencakup seluruh wilayah Jakarta.
  • Pembukaan taman kota 24 jam sebagai ruang ekspresi masyarakat dan pengembangan UMKM.
  • Pemajuan kebudayaan Betawi sebagai identitas khas Jakarta.

“Ada 40 program utama yang telah disinergikan oleh tim transisi yang saya bentuk dengan Bang Doel bersama Pemerintah Jakarta,” jelas Pramono.

Lapangan Kerja dan Kesejahteraan Masyarakat

Untuk mengatasi pengangguran, Pramono berencana mengadakan bursa kerja di seluruh kecamatan. Selain itu, ia akan merevisi aturan terkait Pasukan Oranye (PPSU) agar syarat pendidikan minimal diubah dari SLTA menjadi SD.

Di bidang lingkungan, Pramono menegaskan akan melanjutkan program penanggulangan banjir seperti pengerukan sungai, pembangunan sumur resapan, dan kanalisasi. Ia juga mendorong peresmian RDF Plant Rorotan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai solusi pengelolaan sampah.

Dukungan DPRD dan Masa Depan Jakarta

Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menyambut baik visi dan program Pramono Anung. Ia menegaskan bahwa DPRD siap bekerja sama dengan pemerintah provinsi untuk memastikan program-program tersebut berjalan dengan efektif dan transparan.

“Kami mengajak semua pihak untuk mendukung dan menyukseskan masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur demi Jakarta yang lebih baik dan sejahtera,” tutup Khoirudin.

Dengan berbagai program unggulan yang diusung, Jakarta di bawah kepemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno diharapkan semakin maju sebagai kota global yang modern dan inklusif. (Nal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *