Kamis, April 16, 2026

Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani dalam acara inagurasi pembukaan Konferensi ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2025) malam. Foto : Arief/Andri
NasionalPolitik

Puan Maharani Tegas Tolak Relokasi Warga Palestina, Seruan Kemanusiaan Bergema di Konferensi PUIC ke-19

INAPOS, JAKARTA.- Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani menyuarakan penolakan tegas terhadap gagasan relokasi warga Palestina dari Gaza dalam pidatonya pada acara inaugurasi pembukaan Konferensi ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC).

Seruan kemanusiaan Puan menggema dan disambut meriah oleh delegasi dari 37 negara anggota OKI serta anggota DPR RI yang hadir di Ruang Paripurna, Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu malam (14/5/25).

“Kita harus menolak gagasan merelokasi rakyat Palestina dari wilayah Gaza. Gaza adalah milik rakyat Palestina. Gaza harus dibangun kembali tidak hanya dengan gedung dan tembok namun juga dengan harga diri, keadilan, dan harapan,” tegas Puan disambut tepuk tangan meriah.

Dalam pidatonya, politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan itu mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi kemanusiaan yang memburuk di Gaza.

Ia menyoroti penderitaan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, serta hancurnya fasilitas penting seperti rumah sakit dan sekolah akibat konflik berkepanjangan.

“Kita berkumpul hari ini di bawah bayang-bayang situasi yang menyedihkan di Gaza yang menyentuh nilai kemanusiaan kita,” ujarnya.

Puan menekankan pentingnya langkah nyata, termasuk mendorong parlemen negara-negara anggota PUIC untuk meningkatkan advokasi internasional guna mendorong pengakuan resmi atas negara Palestina.

“Parlemen harus berperan aktif dalam membantu kemerdekaan Palestina dan mendorong lebih banyak negara di dunia untuk mengakuinya secara resmi,” tutur cucu Proklamator RI, Bung Karno itu.

Lebih lanjut, Puan juga mengajak seluruh pihak mendukung penyelesaian damai konflik melalui pendekatan two-state solution atau solusi dua-negara yang dinilai menjadi jalan damai paling adil bagi Palestina dan Israel.

Presiden RI Prabowo Subianto yang turut hadir dalam pembukaan Konferensi ke-19 PUIC juga menyampaikan dukungan kuat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. Ia menekankan pentingnya persatuan agar suara Indonesia didengar dalam percaturan global.

“Kalau kita lemah, tidak mungkin kita bisa bantu Palestina. Suara kita didengar kalau kita bersatu dan kita kuat,” ujar Prabowo.

Konferensi ke-19 PUIC diselenggarakan di Jakarta sejak 12 Mei hingga 15 Mei 2025. Acara ini menghadirkan sekitar 500 delegasi dari parlemen negara anggota OKI dan negara pengamat. Beberapa isu strategis yang dibahas meliputi Palestina dan minoritas Muslim, dialog antarperadaban, isu perempuan dan keluarga, hak asasi manusia, serta lingkungan.

Dalam kesempatan ini, Puan Maharani juga resmi mengemban amanah sebagai Presiden ke-19 PUIC, menandai keketuaan Indonesia di forum parlemen negara-negara Islam tersebut. Di sela konferensi, Puan mengadakan pertemuan bilateral dengan berbagai delegasi, termasuk Ketua Delegasi Parlemen Palestina, Mohammad Moussa Subeih Zeidan. Dalam pertemuan tersebut, dukungan Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina kembali ditegaskan.

Delegasi Palestina menyampaikan apresiasi mendalam kepada Indonesia, khususnya kepada keluarga Bung Karno, atas konsistensi dalam mendukung kemerdekaan dan kedaulatan rakyat Palestina.

Reporter: Zaenal

Editor: Redaksi Inapos 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *