Beranda Uncategorized Ratusan Warga Padati Nobar Ghost Buzzer di Cirebon, Film Horor Ramah Anak...

Ratusan Warga Padati Nobar Ghost Buzzer di Cirebon, Film Horor Ramah Anak Curi Perhatian Keluarga

0
10

Ratusan Warga Padati Nobar Ghost Buzzer di Cirebon, Film Horor Ramah Anak Curi Perhatian Keluarga

INAPOS. CIREBON – Antusiasme masyarakat Cirebon terhadap film keluarga Ghost Buzzer: Antar Aku Pulang terlihat tinggi. Ratusan penonton memadati dua studio Ramayana Cirebon XXI dalam kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar pada Kamis (16/7/2026), menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap film horor yang dikemas ramah untuk anak-anak.

Sejak sebelum pemutaran dimulai, area bioskop dipenuhi penonton yang didominasi anak-anak bersama orang tua dan keluarganya. Selama film berlangsung, suasana bioskop beberapa kali dipenuhi gelak tawa saat adegan komedi berpadu dengan petualangan dan horor ringan yang menjadi ciri khas film tersebut.

Produser sekaligus pimpinan M8 Pictures, Ko Amirullah, mengaku bersyukur atas sambutan hangat masyarakat Cirebon terhadap film yang diproduksinya.

“Alhamdulillah hari ini antusias masyarakat Cirebon sangat luar biasa. Mereka menikmati suasana bioskop, menikmati filmnya, dan saya cukup terkejut melihat respons mereka. Setelah menonton, banyak anak yang sangat terhibur bahkan sudah memiliki tokoh favorit mereka sendiri,” ujar Amirullah.

Menurutnya, kegiatan nobar ini juga menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak, termasuk anak yatim, untuk mengisi masa liburan sekolah dengan kegiatan yang positif.

“Masih banyak anak yang mungkin belum pernah merasakan menonton di bioskop. Kami ingin mereka bahagia, menikmati suasana baru, sekaligus mendapatkan hiburan yang memiliki nilai edukasi,” katanya.

Amirullah menjelaskan, Ghost Buzzer: Antar Aku Pulang mengisahkan empat sahabat yang menciptakan alat pendeteksi hantu. Dalam petualangannya, mereka justru bertemu dengan sosok-sosok hantu yang tidak menyeramkan, melainkan lucu dan menggemaskan.

Menurutnya, film tersebut membawa pesan tentang persahabatan, kekompakan, saling membantu, dan kepedulian terhadap sesama.

“Film ini mengajarkan tentang persahabatan, kekompakan, saling membantu dan tolong-menolong. Selama ini film horor identik dengan tontonan orang dewasa, sedangkan kami ingin menghadirkan horor yang aman untuk anak-anak. Bahkan Kak Seto juga memberikan dukungan karena film ini memiliki nilai edukasi yang baik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, film tersebut juga ingin mengubah cara pandang anak-anak terhadap cerita horor agar tidak menimbulkan ketakutan yang berlebihan.

“Kami ingin menyampaikan bahwa hantu tidak selalu menyeramkan seperti yang dibayangkan. Anak-anak tidak perlu sampai fobia terhadap hantu. Semua dikemas dengan cerita yang ringan, menyenangkan, dan mudah dipahami,” jelasnya.

Selain mengangkat cerita yang ringan, film ini juga didukung teknologi Computer Generated Imagery (CGI) sehingga karakter-karakter hantu tampil lebih hidup, unik, dan menarik bagi penonton anak-anak.

Amirullah menyebut respons masyarakat sejak penayangan perdana pada 16 Juli 2026 cukup menggembirakan, khususnya di Cirebon.

“Untuk Cirebon sendiri benar-benar di luar dugaan. Hampir 400 kursi di dua studio terisi. Terima kasih kepada masyarakat Cirebon atas antusiasmenya. Saat ini penayangan masih sekitar lima kali sehari, dan apabila peminat terus bertambah, kemungkinan akan ada penambahan jadwal tayang hingga bulan depan,” tuturnya.

Secara nasional, M8 Pictures menargetkan sekitar 300 ribu penonton, meski jumlah layar yang tersedia di berbagai daerah masih terbatas.

Film Ghost Buzzer: Antar Aku Pulang diproduksi menjelang peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli. Film ini telah mengantongi Surat Tanda Lulus Sensor (STLS) dari Lembaga Sensor Film (LSF) pada 25 Juni 2026 dengan klasifikasi Semua Umur (SU), sehingga aman disaksikan seluruh anggota keluarga.

Film tersebut mengikuti perjalanan empat sahabat yang gemar meneliti keberadaan makhluk astral menggunakan alat sederhana hasil kreativitas mereka. Petualangan mereka berubah menjadi misi penuh tantangan saat bertemu arwah seorang anak yang meminta pertolongan agar dapat kembali pulang.

Melalui perpaduan horor ringan, komedi, fantasi, dan pesan moral, film ini menyampaikan nilai-nilai persahabatan, keberanian, kepedulian, serta pentingnya saling membantu sesama.

Salah seorang penonton asal Desa Weru, Kabupaten Cirebon, Mutmainnah (25), mengaku sengaja mengajak adiknya, Rifki (12), bersama teman-teman dan tetangganya untuk menyaksikan film tersebut.

“Filmnya seru dan lucu. Banyak pesan positif yang bisa dipetik anak-anak, terutama tentang persahabatan, kekompakan, dan saling menolong. Film ini juga membuat anak-anak memahami bahwa tidak semua cerita tentang hantu harus menakutkan,” ujar Mutmainnah.

Ia berharap semakin banyak film Indonesia yang menghadirkan hiburan berkualitas sekaligus mengandung nilai edukatif sehingga dapat menjadi tontonan yang aman dan menyenangkan bagi seluruh keluarga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini