Minggu, April 19, 2026

DaerahPemerintah

Satu Tahun Imron – JiGus, Kabupaten Cirebon Masih Buruk

INAPOS.CIREBON. Sekira 25 pemuda yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cirebon gelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Kabupaten Cirebon, Rabu (25/2).

Menurut mereka, aksi ini merupakan evaluasi satu tahun kinerja Bupati Cirebon.

Ada tujuh point yang mereka soroti diantaranya Jalan Rusak hingga Reformasi Birokrasi yang masih belum digarap maksimal baik oleh Bupati Imron maupun Wakil Bupati Agus Kurniawan Budiman atau yang akrab disapa JiGus.

M. Albab, kordinator aksi dalam orasinya menyampaikan aksi ini dilatarbelakangi keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan daerah yang dinilai belum terselesaikan secara optimal.

“Imron di periode kedua jadi Bupati Cirebon kerjae apa bae? (Kerjanya apa saja-red) infrastruktur jalan rusak, pengelolaan sampah yang belum maksimal, hingga pelayanan publik yang masih jauh dari harapan,” ujar Albab.

HMI kata Albab, telah beberapa kali melakukan audiensi dengan pemerintah daerah. Tindak lanjutnya belum terlihat. Baik dalam bentuk kebijakan maupun realisasi di lapangan.

Persoalan yang mendasar menurut HMI adalah tata kelola pemerintahan. Mereka menilai akar persoalan di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang belum sepenuhnya mengedepankan prinsip meritokrasi.

” HMI sangat-sangat menyayangkan dua periode Imron memimpin, kondisi Cirebon tidak banyak mengalami perubahan,”tegasnya lantang.

Sementara Ketua Umum HMI Cirebon, M. Akramul Farhan, memaparkan tujuh tuntutan dalam aksi tersebut. Pertama, mendesak pemerintah daerah segera melakukan rekonstruksi dan revitalisasi total jalan rusak. Khususnya di wilayah Cirebon Timur.

“Infrastruktur jalan di Cirebon Timur itu belum sepenuhnya dikerjakan masih banyak jalan strategis yang bolong-bolong dan itu sangat membahayakan pengguna jalan apalagi di musim hujan yang turun terus menerus,”ujarnya.

Farkhan mencontohkan ruas jalan Gebang-Losari, Karangsembung–Karangwareng, Lemahabang–Susukan, Pabuaran–Ciledug, serta Waled–Pabuaran,masih akeh sing bolong-bolong,itu sangat membahayakan pengguna jalan, bayangkan kalo di musim hujan,sudah banyak korban.

HMI juga meminta progres perbaikan dipublikasikan secara berkala melalui laman resmi dan media sosial pemerintah daerah.

Kedua, mendorong reformasi birokrasi melalui peningkatan kapasitas SDM dan digitalisasi layanan publik.

Ketiga, mengoptimalkan fasilitas dan sistem penanganan sampah di seluruh wilayah kabupaten. Keempat, memperluas program pelatihan kerja dan memfasilitasi penyerapan tenaga kerja lokal dengan data capaian yang transparan.

Kelima, merenovasi ruang kelas rusak dan memastikan seluruh warga miskin terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Keenam, meningkatkan transparansi serta akuntabilitas penggunaan anggaran daerah melalui publikasi laporan berkala.

“Kami juga mengecam tindakan represif aparat dan meminta jaminan agar kekerasan tidak terjadi di wilayah hukum Polresta Cirebon,” tegasnya.

HMI menilai kinerja Bupati Cirebon selama satu tahun terakhir masih belum maksimal. Persoalan jalan rusak, pelayanan publik, pengelolaan sampah dan banjir, hingga tingginya angka pengangguran dinilai menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan.

“Kami mahasiswa mendesak pemerintah daerah mengambil langkah konkret, terukur, dan transparan agar program prioritas benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara merata,” pungkasnya.

Meski dalam orasinya lebih banyak menyindir kata-kata dalam bentuk satire, aksi mahasiswa HMI ini berlangsung kondusif. Mereka disambut aparat kepolisian yang jumlahnya melebihi pendemo, sekitar 75 personil dikerahkan dengan berdiri layaknya apel pasukan dengan memasang spanduk yang menghormati aksi mahasiswa.

Aksi mahasiswa HMI ini kemudian diterima perwakilan Pemda. Diantaranya, Kabag Pemerintahan Yadi Wikaarsa, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Jois Putra, Sekretaris DLH, Fitroh Suharyono.

Aksi pun kemudian bubar dengan tertib.

8 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *