Minggu, April 19, 2026

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono.
DaerahHeadlineNasionalPolitik

Sawit Menyebar Diam-diam di Jawa Barat, DPRD Bongkar Fakta Baru dan Desak Alih Fungsi Lahan

Sawit Menyebar Diam-diam di Jawa Barat, DPRD Bongkar Fakta Baru dan Desak Alih Fungsi Lahan

Inapos.id, Kab. Cirebon — Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, mengungkapkan bahwa penanaman kelapa sawit tidak hanya terjadi di Kabupaten Cirebon, tetapi juga mulai meluas ke sejumlah daerah lain di Jawa Barat. Hal itu disampaikannya usai mengunjungi kebun kelapa sawit di Desa Cigombang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, Senin (5/1/2026).

Ono menyebut, kebun sawit yang baru ditanam di Cirebon tersebut berada di lahan milik masyarakat dengan skema kemitraan perusahaan yang sama dengan daerah lain.

“Baru ditanam 400 batang di lahan seluas 2 hektare setengah milik masyarakat. Ternyata dengan kemitraan perusahaan yang sama, mereka juga sedang membuka di Kuningan, di Ciamis, di Garut,” ungkap Ono.

Menurutnya, praktik serupa sebenarnya sudah lama berlangsung di beberapa wilayah Jawa Barat. Bahkan, ada kebun sawit yang telah berjalan bertahun-tahun tanpa pengawasan ketat.

“Dan yang sudah ditanam sekian lama, beberapa tahun yang lalu, ya ada di Subang, ada di Sukabumi, ada di Bogor,” katanya.

Ono menegaskan, keberadaan kelapa sawit di Jawa Barat sejatinya bertentangan dengan kebijakan pemerintah provinsi. Ia menilai surat edaran Gubernur Jawa Barat sudah sangat tegas melarang penanaman sawit dan memerintahkan alih fungsi tanaman.

“Nah sehingga dengan surat edaran tersebut, sangat jelas, pelarangannya sangat jelas, dan setiap tanaman sawit harus dialih,” tegasnya.

Ia menambahkan, alih fungsi tersebut bukan sekadar mengganti tanaman, melainkan harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah Jawa Barat yang tidak cocok untuk komoditas sawit.

Komoditas pengganti, kata Ono, harus dirancang secara terencana agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. Menurutnya, kasus sawit ini menjadi pintu masuk untuk membenahi tata kelola perkebunan secara menyeluruh.

“Komoditas, diganti komoditas dengan komoditas yang sesuai dengan karakteristik Jawa Barat. Sehingga tentunya ini menjadi pintu masuk nih. Untuk bicara terkait dengan roadmap bagaimana rencana tata ruang perkebunan di Jawa Barat. Sama seperti Teh yang sebelumnya,” ujarnya.

Selain sektor perkebunan, Ono juga menyinggung persoalan kehutanan dan maraknya alih fungsi lahan sawah yang berubah menjadi kawasan perumahan.

“Terus kehutanan juga termasuk, termasuk terkait dengan penataan kawasan sawah yang beralih fungsi, yang banyak beralih fungsi menjadi perumahan,” katanya.

Ia pun optimistis ke depan akan ada langkah konkret dari pemerintah provinsi bersama DPRD Jawa Barat untuk memperbaiki kebijakan tata ruang.

“Nah sehingga ke depan saya yakin Gubernur dengan DPRD akan merevisi terkait dengan RTRW Jawa Barat,” pungkas Ono.

Reporter : Didin

Editor : Tim Redaksi

54 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *