Beranda Ragam Sekitar 100 Anak Diduga Keracunan MBG di Kota Cirebon, Wali Kota Effendi...

Sekitar 100 Anak Diduga Keracunan MBG di Kota Cirebon, Wali Kota Effendi Edo Tinjau Korban

0
3
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo memberikan keterangan terkait dugaan keracunan MBG di RS Siloam Putra Bahagia. Kris

INAPOS, KOTA CIREBON – Sekitar 100 anak diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kalijaga, Kota Cirebon. Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, turun langsung meninjau kondisi para korban yang mendapatkan perawatan di RS Siloam Putra Bahagia, Selasa (20/10/2026).

Effendi Edo mengatakan, Pemerintah Kota Cirebon bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) segera melakukan penanganan setelah menerima laporan kejadian tersebut.

Menurutnya, langkah cepat dilakukan untuk memastikan keselamatan anak-anak yang diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

“Pemerintah kota dan Forkopimda bersama kepala SPPG menindaklanjuti adanya permasalahan keracunan di SD Kalijaga. Kami melakukan penanganan sesegera dan secepat mungkin serta berupaya menjaga keselamatan anak-anak kita,” ujar Effendi.

Ia bersyukur para korban mendapatkan penanganan medis dengan cepat. Berdasarkan informasi yang diterimanya saat meninjau rumah sakit, kondisi anak-anak secara umum dilaporkan membaik dan sebagian di antaranya sudah diperbolehkan pulang.

“Alhamdulillah, hal ini sudah ditangani dengan baik oleh dokter. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa, dan anak-anak sudah membaik. Jumlahnya kurang lebih 100 orang,” katanya.

Effendi menjelaskan, anak-anak yang terdampak berasal dari beberapa kelompok, yakni siswa SD Kalijaga, anak-anak TK Teratai, serta sejumlah anak yang berasal dari kegiatan Posyandu.

Terkait jenis makanan yang diduga menjadi penyebab kejadian tersebut, Effendi menyebut sejumlah menu, di antaranya telur puyuh dan putih telur. Namun, penyebab pasti dugaan keracunan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Karena itu, penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi para korban menjadi bagian penting untuk mengetahui sumber permasalahan.

Untuk mempercepat penanganan medis, para korban dirujuk ke empat rumah sakit di wilayah Cirebon, yakni RS Siliwangi, RS Gunung Jati, RS Ciremai, dan RS Cahya Bunda.

Effendi memastikan, berdasarkan informasi yang disampaikan saat peninjauan, belum ada laporan mengenai anak-anak yang berada dalam kondisi kritis. Ia berharap seluruh korban dapat segera pulih setelah mendapatkan perawatan medis.

“Alhamdulillah tidak ada. Mudah-mudahan tidak ada, semuanya dalam kondisi baik karena penanganan dari rumah sakit juga cepat. Alhamdulillah, tidak terjadi apa-apa,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa beberapa anak sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan dari tenaga medis.

Mengenai prosedur penanganan, sampel makanan yang telah diambil untuk pengujian laboratorium, serta langkah evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, Effendi menyatakan bahwa penjelasan lebih lanjut akan disampaikan oleh Kepala SPPG terkait.

Termasuk kemungkinan pemberian sanksi, pemerintah akan menunggu penjelasan dari pihak yang berwenang berdasarkan hasil pemeriksaan dan penelusuran kejadian.

Reporter; Kris

Editor: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini