Kamis, April 16, 2026

Jenazah Tasmi (50), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Cirebon tiba di tempat kediaman di Sunyaragi, Kota Cirebon.
DaerahSosial

Tangis Haru Sambut Kedatangan Jenazah TKW Asal Cirebon, Anak: “Ketemu Terakhir Saat Sudah Jadi Jenazah”

INAPOS, KOTA CIREBON.- Suasana haru menyelimuti Kampung Karang Baru, RT/RW 03, Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, saat jenazah Tasmi (50), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Cirebon, tiba di rumah duka pada Minggu (13/7/2025) sekitar pukul 15.15 WIB.

Jenazah Tasmi yang sebelumnya menghembuskan napas terakhirnya di Hospital Kuala Lumpur, Malaysia, langsung dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka, namun tidak sempat masuk ke dalam rumah.

Prosesi pemakaman langsung dilangsungkan, diawali dengan salat jenazah di Masjid Al Jumhur, sebelum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.

Tangis keluarga pecah, terutama dari anak semata wayangnya, Fuji (21), yang tak kuasa menahan kesedihan saat menyaksikan ibunya diturunkan ke liang lahat.

“Tinggal nama… Mamah gak pernah pulang. Ketemu terakhir ya sekarang ini, waktu sudah jadi jenazah,” ucap Fuji lirih dengan suara terbata.

Proses pemulangan jenazah Tasmi juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, yang ikut menjemput almarhumah dari Bandara Soekarno-Hatta.

Ia menyampaikan rasa belasungkawa mendalam serta apresiasi atas kerja sama lintas lembaga dalam memfasilitasi kepulangan jenazah.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, hari ini kami dari pemerintah kota bersama DPRD provinsi menjemput kepulangan Ibu Tasmi di Bandara Soetta. Alhamdulillah semua proses pemulangan berjalan lancar dan penuh kolaborasi,” ungkap Siti Farida saat ditemui di sela-sela prosesi pemakaman.

Ia menjelaskan bahwa dokumen kematian almarhumah telah diserahkan secara berjenjang dari Kantor LTSA ke Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat, kemudian ke Disnaker Kota Cirebon, dan akhirnya diterima langsung oleh Fuji selaku ahli waris.

Alhamdulillah Allah berikan cuaca baik dan perjalanan lancar,” tambahnya.

Diketahui, Tasmi telah bekerja di Malaysia sejak tahun 2013. Selama lebih dari satu dekade, ia tidak pernah pulang ke tanah air, dan hanya menjalin komunikasi dengan anaknya melalui video call.

Kontak terakhir terjadi pada akhir Juni 2025, ketika Tasmi sempat mengeluh sakit dan menyatakan keinginan pulang, namun terhalang oleh kondisi keuangan.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *