Jumat, April 17, 2026

Pengaspalan jalan di Desa Seuseupan, Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon. Jum'at (9/5/2025)
Nasional

Terjepit Efisiensi Anggaran, Desa Seuseupan Cirebon Tetap Gas Pembangunan Jalan Lewat Dana Desa

CIREBON – Di tengah tekanan efisiensi anggaran dan desakan warga yang mengeluh soal kondisi jalan rusak, Pemerintah Desa Seuseupan, Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon, memilih tidak menyerah. Lewat optimalisasi Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBDDes, mereka tetap melaju dengan proyek pengaspalan jalan lingkungan yang telah lama dinanti warga.

Kepala pelaksana kegiatan, Anjum, menyebut pengaspalan jalan ini merupakan hasil musyawarah warga dalam Musrenbangdes, yang menempatkan perbaikan infrastruktur sebagai prioritas utama pembangunan desa tahun ini. Menurutnya, aspirasi warga menjadi landasan utama dalam menentukan arah pembangunan.

“Ini memang suara warga. Jalan yang kita perbaiki sekarang adalah hasil Musrenbangdes. Mereka sepakat jalan lingkungan ini sangat mendesak diperbaiki, dan Alhamdulillah kita bisa wujudkan dengan Dana Desa,” ujar Anjum saat ditemui di lokasi pengerjaan, Jumat (10/5/2025).

Hingga saat ini, pengaspalan telah mencakup sepanjang 1.323 meter, sebagai bagian dari target total 2.160 meter yang dirancang rampung tahun 2025. Proyek ini dilakukan secara bertahap seiring pencairan dana yang tersedia.

“Baru tahap pertama yang selesai. Masih ada sekitar 837 meter lagi yang belum tersentuh. Kita sesuaikan dengan jadwal pencairan anggaran,” jelasnya.

Tidak semua jalan langsung diperbaiki sekaligus. Anjum menyebut pihaknya memprioritaskan tiga gang yang kondisi jalannya paling parah. Hal ini diputuskan berdasarkan tingkat kerusakan dan banyaknya aduan warga.

“Kita tidak asal pilih. Yang kita garap lebih dulu itu jalan yang memang kondisinya rusak parah dan sudah sering dikeluhkan warga. Jadi kita utamakan yang paling darurat,” tambahnya.

Namun, keterbatasan anggaran menjadi tantangan yang belum teratasi sepenuhnya. Meski perencanaan sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), realisasi di lapangan tetap harus dilakukan secara bertahap.

“Kalau dana tidak jadi kendala, tentu kita ingin semua jalan mulus tahun ini juga. Tapi realitasnya kita harus hemat dan efisien. Insya Allah, asal konsisten dan masyarakat terus mendukung, semua bisa terselesaikan secara bertahap,” katanya optimis.

Pemerintah Desa Seuseupan juga tidak berhenti di proyek jalan. Mereka mulai menyusun rencana untuk tahun 2026, yang akan kembali dimatangkan lewat forum Musrenbangdes tahun depan. Sejumlah kebutuhan seperti pembangunan saluran drainase, perbaikan jembatan, hingga penataan kawasan pemukiman mulai dimasukkan ke dalam daftar usulan.

“Setelah pengaspalan ini rampung, kita akan evaluasi dan bahas lagi dengan warga. Mungkin giliran saluran air atau jembatan yang jadi fokus. Intinya pembangunan harus sesuai kebutuhan masyarakat,” ucap Anjum.

Di balik pembangunan fisik, Anjum menekankan pentingnya peran aktif masyarakat. Ia berharap warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut mengawasi, menjaga, dan mendukung setiap program pembangunan desa.

“Kalau jalan sudah bagus tapi tidak dirawat, ya percuma. Jadi kami harap warga ikut jaga bersama. Jalan yang baik bukan cuma buat nyaman, tapi juga bisa mempercepat aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Pembangunan jalan lingkungan ini menjadi bukti bahwa meski anggaran terbatas, komitmen dan sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat mampu melahirkan kemajuan. Desa Seuseupan menunjukkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti membangun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *