Kamis, April 16, 2026

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan peninjauan udara pantau banjir. Hs/Nal
Pemerintah

Tinjau Banjir dari Udara, Gubernur DKI Pramono Anung Siap Percepat Normalisasi Sungai

INAPOS, JAKARTA.- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan peninjauan udara menggunakan helikopter untuk memantau langsung kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta dan daerah sekitarnya, Kamis (6/3/25).

Tinjauan ini bertujuan mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai dampak banjir sekaligus menyusun langkah penanganan ke depan.

Dari pantauan udara, Gubernur Pramono melihat langsung beberapa wilayah terdampak banjir, mulai dari pemukiman warga, jalan raya, hingga sungai-sungai yang meluap akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

“Pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Polairud yang telah memfasilitasi peninjauan udara ini, sehingga kami bisa melihat langsung kondisi banjir di Jakarta dan Bekasi. Tadi kami tidak hanya memantau Jakarta, tapi juga Bekasi, termasuk wilayah Babelan dan sekitarnya,” ujar Pramono usai peninjauan.

Hasil pantauan menunjukkan kondisi banjir di Jakarta mulai berangsur surut. Permukaan air di Pintu Air Manggarai tercatat turun menjadi 600 cm, sehingga status Jakarta kini berada di Siaga 4. Kendati demikian, sejumlah wilayah seperti Pengadegan, Cawang, dan Bidara Cina masih memerlukan perhatian khusus, terutama terkait percepatan program normalisasi Sungai Ciliwung.

Pramono menegaskan, Pemprov DKI Jakarta akan segera menindaklanjuti proses pembebasan lahan dan berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN demi kelancaran normalisasi sungai.

“Kami akan selesaikan segera, terutama normalisasi di Pengadegan, Cawang, dan Bidara Cina. Wilayah-wilayah inilah yang terdampak cukup parah saat curah hujan tinggi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pramono menyampaikan bahwa pendekatan humanis akan diutamakan dalam proses pembebasan lahan, mengingat banyaknya permukiman padat di sekitar bantaran sungai. Relokasi ke rumah susun akan dipersiapkan bagi warga terdampak.

“Pendekatannya harus manusiawi. Kita juga harus menyadarkan warga bahwa jika tetap bertahan di lokasi rawan, dampak banjir akan terus terjadi,” jelasnya.

Terkait sodetan Ciliwung, Pramono mengungkapkan bahwa fungsinya baru optimal jika permukaan air di Pintu Air Manggarai mencapai 700 cm. Oleh karena itu, pengerukan sodetan akan dilakukan agar kapasitasnya semakin maksimal.

Selain Jakarta, Pramono juga menyoroti kondisi banjir di wilayah Bekasi, khususnya di Babelan, yang masih cukup parah. Hampir seluruh rumah warga di sana terendam banjir dengan ketinggian air mencapai empat meter.

Untuk membantu penanganan banjir di Bekasi, Pemprov DKI akan mengirimkan bantuan berupa mobil pemadam kebakaran, toilet portable, mobil pengangkut sampah, 200 personel PPSU, serta bantuan logistik berupa beras dan lauk-pauk.

“Karena kondisi di Jakarta mulai normal, kami bersepakat mengirimkan bantuan ke Bekasi untuk mempercepat penanganan banjir di sana,” kata Pramono.

Kepala Korps Polairud Baharkam Polri, Irjen Pol Mohammad Yasin Kosasih, yang turut mendampingi peninjauan udara, mengungkapkan bahwa Babelan menjadi titik banjir paling mengkhawatirkan.

“Banyak rumah yang hanya terlihat atapnya saja. Ini membutuhkan penanganan serius,” ujarnya.

Untuk mendukung penanganan di Babelan dan wilayah terdampak lainnya, Polairud Baharkam Polri telah mengerahkan sekitar 200 personel, ditambah personel dari Polairud Polda Metro Jaya. Mereka bertugas membantu evakuasi, distribusi bantuan, serta penanganan pascabanjir.

Peninjauan udara ini juga diikuti oleh Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum, Sekretaris Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat, serta Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Erdi A Chaniago. (Nal)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *