Kamis, April 16, 2026

Tangkapan layar video Kuwu Karangsari saat nyawer di diskotik.
Sosial

Viral Video Kuwu Karangsari Sawer di Diskotik, Casmari: Uang Pribadi, Gaji Saya untuk Warga

INAPOS, KAB CIREBON.- Sebuah video berdurasi 16 detik yang memperlihatkan Kepala Desa (Kuwu) Karangsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Casmari, sedang menyawer di salah satu diskotik di wilayah Cirebon menjadi viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Casmari tampak mengambil sejumlah uang dari dompetnya lalu melemparkannya ke arah pengunjung yang tengah menikmati musik dari DJ ternama ibu kota.

Saat dikonfirmasi Casmari membenarkan bahwa pria dalam video yang viral itu memang dirinya. Ia mengaku tindakan tersebut dilakukan secara spontan.

“Secara tak sadar, dan kalau keadaan di diskotik khan puyenglah (pusing), ya jadi seperti itu,” ujarnya, Selasa (10/6/25).

Casmari menegaskan bahwa uang yang digunakan untuk sawer berasal dari dana pribadi, bukan dari Dana Desa (DD).

“Yang saya pakai (sawer) khan itu uang sendiri, bukan pakai uang Dana Desa. Saya banyak usahanya. Rumah saya banyak, mobil saya tiga, usahanya juga ada, masyarakat juga sudah tahu,” terangnya.

Ia menyebutkan memiliki usaha di bidang pertanahan yang menurutnya mencukupi seluruh kebutuhan hidup, termasuk untuk hiburan pribadi. Bahkan sebelum menjabat sebagai Kuwu, Casmari mengaku sering melakukan sawer.

“Sebelum jadi Kuwu saya memang sering sawer, bahkan pernah habis sampai Rp15 juta. Di situ (diskotik) cuma habis Rp1-3 jutaan lah,” katanya.

Lebih jauh, Casmari menjelaskan bahwa selama menjabat sebagai Kuwu sejak tahun 2024, dirinya belum pernah mengambil gaji. Gaji tersebut, menurutnya, disumbangkan untuk kepentingan masyarakat.

“Pada tahun pertama, saya janji gaji buat fakir miskin dan anak yatim khususnya warga Desa Karangsari,” ungkapnya.

Pada tahun kedua masa jabatannya, Casmari menyatakan gajinya akan digunakan untuk membantu program perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) dan infrastruktur desa, termasuk perbaikan jalan yang belum tersentuh dana desa.

“Gaji yang kedua saya akan plot untuk (perbaikan) jalan-jalan yang rusak,” tambahnya.

Casmari juga menegaskan bahwa keputusan tidak mengambil gaji merupakan bentuk keikhlasannya dalam melayani warga.

“Saya tidak pernah merasa rugi seluruh gaji diberikan untuk masyarakat kami, karena saya ikhlas dan senang membantu,” ucapnya.

Menanggapi keberadaannya di tempat hiburan malam, Casmari menyebut hal tersebut sebagai sesuatu yang manusiawi.

“Tidak semua kuwu di Cirebon sering datang ke tempat hiburan malam,” pungkasnya.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

5 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *