Kamis, April 16, 2026

DaerahHeadlineHukum

Warga Citra Gracia Meteseh Terus Berjuang Lawan Pengembang Nakal

Semarang, inapos.id Kondisi fasilitas publik (jalan) di kawasan Jalan Kompol R Soekanto, tepatnya di Perumahan Citra Gracia Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang Kota Semarang, menuai keluhan dan semakin membahayakan karena tidak ada kemampuan dari pengembang untuk melakukan perbaikan.

‎Hujan deras yang terjadi sejak hari Selasa (10/2) sore hingga malam, membuat pagar seng jalan tersebut rusak dan ambruk serta terlihat jelas tanah urukan jalan tersebut habis terkikis oleh air. Diperkirakan jalan sudah terkikis setengah badan jalan dan kedalaman longsor mencapai sekitar 4-5 meter ke titik air sungai dan tanggul air sungai juga rusak karena derasnya aliran arus sungai.

‎”Ini sudah sangat memprihatinkan, bisa-bisa jalan ambles. Dari pengembang tidak ada solusi malahan kami dimintain uang sebesar Rp 250.000 per rumah untuk perbaikan tersebut,” kata salah seorang warga sekitar, yang tidak mau disebut namanya, Semarang, Minggu (1/3/2026).

‎”Sejak sore hujan lebat dan angin kencang, ini sudah berjalan 1 bulan pagar jalan rusak dan ambruk, tanah didalam jalanan terlihat ambles, disini banyak warga yang lalu lalang pak. Ada juga warga sekitar yang mancing ikan lewat jalan ini, kalau jalan terputus warga tidak punya lagi akses jalan masuk,” tambahnya.

‎”Kami warga sebagai korban dari pengembang, dan kami akan terus berjuang melawan, kalo perlu kami sendiri akan laporkan pengembang nakal ini ke pihak berwajib,” tandasnya.

‎Paving yang berada tepat diatas jalan masuk menuju perumahan tersebut dilaporkan dalam kondisi rusak dan membahayakan keselamatan warga.

‎Terkait kejadian ini Lurah Meteseh Joko Rahman telah mengatakan akan menindaklanjuti atas hal tersebut secepatnya.

‎”Iya kami sudah membuat surat kepada pengembang perumahan Citra Gracia dan ke dinas terkait atas rusaknya jalan itu,” ucap Rahman, Senin (9/2) yang lalu.

‎Sementara pengembang Perumahan Citra Gracia, Graha Prima Property (GPP) yang dipimpin oleh Ir. Sunarto, hingga saat ini belum melakukan perbaikan yang maksimal.

‎”Lah, saya kan hanya jual kapling tanah bukan jual rumah,” dalih Sunarto yang memimpin GPP sejak tahun 2022 ini saat ditanya warga terkait kerusakan jalan dan tanggul di dalam perumahan Citra Gracia beberapa waktu lalu. Kenyataan yang ada bahwa pengembang GPP, selain menjual kapling tanah juga menjual bangunan ditempat yang sama dan menjanjikan tempat tersebut adalah perumahan atau cluster.

IMG 20260301 162157
Ada empat unit bangunan rumah di Citra Gracia yang sempat bermasalah dengan Pemkot Semarang.


‎Selain itu, informasi dari warga, ada 4 bangunan rumah yang sudah dibangun oleh pengembang namun bermasalah dengan Pemkot Semarang dan sempat di segel oleh Satpol PP dan Polda Jateng.

‎”Iya bangunan tersebut bermasalah karena melanggar batas jarak sungai, dan tentunya Disperkim belum menerima berkas penyerahan perumahan dari pengembang,” kata Ferry staf Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Semarang (Disperkim) kepada media, Kamis (12/2) lalu.

‎Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, masih ada beberapa unit rumah sedang dalam pembangunan di lokasi tersebut, akses yang seharusnya menjadi ruang aman bagi pejalan kaki dan kendaraan keluar masuk wilayah tersebut kini justru berubah menjadi ancaman dan menghambat pembangunan rumah warga.

‎Diketahui hingga saat ini curah hujan di Kota Semarang masih tinggi yang dapat menyebabkan terjadinya longsor atau tanah bergerak. Warga berharap pengembang perumahan Citra Gracia segera melakukan perbaikan permanen sebelum jalan terputus total dan memakan korban jiwa. (red)


3 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *