Selasa, April 21, 2026

Perumahan Trusmiland Klayan terendam air.
DaerahHeadline

Banjir Tahunan Tanpa Solusi, Trusmiland Tahap 5 Jadi “Pulau” di Antara Dua Sungai

Banjir Tahunan Tanpa Solusi, Trusmiland Tahap 5 Jadi “Pulau” di Antara Dua Sungai

INAPOS, KAB CIREBON – Banjir kembali merendam Perumahan Trusmiland Tahap 5 di Desa Battembat, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Sabtu (7/2). Ironisnya, hingga hari keempat pascabanjir, genangan air masih bertahan di hampir seluruh kawasan perumahan, mempertegas lemahnya penanganan banjir di wilayah permukiman tersebut.

Sedikitnya 90 persen area perumahan terendam air akibat tingginya intensitas hujan dan posisi permukiman yang terjepit di antara dua daerah aliran sungai (DAS), yakni Sungai Cipager dan Sungai Cisoka. Kondisi ini membuat Trusmiland Tahap 5 kerap menjadi titik kumpul limpasan air, bahkan saat hujan tidak turun di lokasi.

Kuwu Desa Battembat, Muhammad Kholid, menyebut banjir kali ini berlangsung cukup lama dan berdampak luas, tidak hanya pada permukiman, tetapi juga area persawahan di sekitarnya.

“Hampir 90 persen yang terendam itu Trusmiland tahap 5. Lokasinya seperti pulau karena dikepung aliran sungai dan menjadi pusat limpasan air. Bahkan saat di sini tidak hujan, kalau di hulu banjir, air tetap masuk,” ujar Kholid, Senin (9/2).

Ia menjelaskan, Sungai Cipager dan Sungai Cisoka melintasi beberapa desa, mulai dari Battembat, Wanakaya, hingga Bandil. Berdasarkan data pemerintah desa, Perumahan Trusmiland dihuni sekitar 300 jiwa. Namun persoalan administrasi kependudukan menjadi kendala tersendiri dalam penanganan dampak banjir.

“Baru sekitar 15 kepala keluarga yang sudah berstatus kependudukan Desa Battembat. Sisanya masih domisili. Kami dari Pemdes hanya bisa membantu sesuai kewenangan,” jelasnya.

Situasi ini memperlihatkan adanya celah tanggung jawab antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan pihak pengembang. Di satu sisi, warga terdampak membutuhkan penanganan cepat, sementara di sisi lain, status perumahan yang belum diserahterimakan membuat penanganan banjir terkesan saling lempar kewenangan.

Kholid mengakui, pengembang perumahan telah melakukan upaya penanganan dengan membangun tanggul. Namun, langkah tersebut dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan utama banjir yang terus berulang setiap musim hujan.

Keluhan serupa disampaikan Hidayat, salah seorang warga Perumahan Trusmiland. Ia menyebut banjir telah menjadi persoalan tahunan yang tak kunjung mendapat solusi nyata.

“Perumahan ini sudah sekitar delapan tahun belum ada serah terima dengan pemerintah daerah, jadi penanganannya masih kewenangan pengembang. Kami warga hanya minta ada solusi terbaik agar tidak terus menjadi korban banjir,” keluhnya.

Warga berharap pemerintah daerah tidak lagi menunggu kejelasan administratif semata, tetapi segera turun tangan bersama pengembang untuk melakukan langkah terpadu. Normalisasi sungai, peninggian dan penguatan tanggul, hingga kejelasan status serah terima perumahan dinilai mendesak agar banjir tidak terus berulang dan menempatkan warga sebagai korban berkepanjangan.

Reporter : Didin

Editor : Tim Redaksi

Baca Juga : Tak Main-main, Imron Dorong Percepatan Perbaikan Jalan di Cirebon

65 / 100 Skor SEO

One thought on “Banjir Tahunan Tanpa Solusi, Trusmiland Tahap 5 Jadi “Pulau” di Antara Dua Sungai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *