Jumat, April 17, 2026

Fighter muda saat berlaga di atas ring. Foto: Kris
DaerahSports

Cirebon Fight Arena 3 Jadi Panggung Mimpi Petinju Muda

INAPOS, KOTA CIREBON.- Sorak sorai penonton menggema di sebuah kafe di Jalan Sisingamangaraja, Kota Cirebon, Sabtu (31/1/26).

Di atas ring sederhana namun penuh gengsi, mimpi-mimpi para petinju muda dipertaruhkan dalam ajang Cirebon Fight Arena ke-3, yang kembali menyedot perhatian pecinta olahraga tinju dari berbagai daerah.

Sebanyak 100 atlet tinju dari berbagai sasana di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jakarta ambil bagian dalam kompetisi ini.

Mereka datang bukan sekadar untuk bertanding, tetapi membawa harapan, kerja keras, dan semangat untuk menembus level yang lebih tinggi di dunia tinju.

Sejak pertandingan pertama dimulai, atmosfer arena langsung memanas. Ratusan penonton memadati lokasi, memberi dukungan penuh kepada para atlet yang bertarung dalam 12 kelas pertandingan, mulai dari kelas 54–57 kilogram, 60–63,5 kilogram, hingga sejumlah kelas lainnya. Setiap pukulan, elakan, hingga knockdown disambut gemuruh tepuk tangan.

Di balik kerasnya duel di atas ring, tersimpan cerita perjuangan para atlet muda yang berlatih berbulan-bulan demi kesempatan tampil di ajang ini.

Banyak di antara mereka masih berstatus pelajar, yang membagi waktu antara sekolah dan latihan demi mengejar mimpi menjadi petinju profesional.

Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Cirebon, Subagja, menegaskan bahwa Cirebon Fight Arena bukan hanya soal menang atau kalah, melainkan tentang pembinaan jangka panjang.

“Ini adalah Cirebon Fight Arena yang ketiga kami gelar. Tujuan utamanya mencari bibit-bibit atlet yang ke depan bisa kita promosikan ke level yang lebih tinggi dan profesional, demi mengarahkan generasi muda ke hal-hal yang positif,” ujarnya di sela kegiatan.

Hal senada disampaikan Doni Tan, penyelenggara Cirebon Fight Arena. Ia menilai ajang ini juga menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda agar terhindar dari perilaku negatif.

“MBK 3 ini merupakan bagian dari tahapan seleksi berkelanjutan. Insyaallah, pada bulan Juni 2026 nanti, atlet-atlet terbaik dari babak kualifikasi ini akan kami seleksi untuk menghadapi atlet dari luar negeri. Targetnya, Cirebon punya wakil di level internasional,” tegasnya.

Menurut Doni, hasil dari babak kualifikasi ketiga ini diharapkan mampu melahirkan atlet unggulan yang tak hanya membanggakan daerah, tetapi juga Indonesia di panggung tinju internasional.

Dengan atmosfer meriah, dukungan penonton yang luar biasa, serta semangat para atlet muda yang membara, Cirebon Fight Arena kini menjelma menjadi magnet baru olahraga tinju di wilayah Ciayumajakuning bukan sekadar ajang adu pukul, tetapi panggung lahirnya harapan dan masa depan.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

 

57 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *