Minggu, Mei 10, 2026

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Encep Sugiana. Dok
DaerahPolitik

Dukung Kebijakan Nikah Sederhana, Anggota DPRD Jabar Encep Sugiana: Dana Jadi Bekal Hidup Berumah Tangga

INAPOS, SUBANG.- Anggota DPRD Jawa Barat, dr Encep Sugiana, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pernikahan sederhana yang kini mulai didorong di tengah masyarakat.

 

Menurutnya, esensi utama dalam pernikahan bukan terletak pada kemewahan resepsi, melainkan pada sahnya akad serta kebermanfaatan bagi kehidupan setelah menikah.

Encep menjelaskan, dalam pernikahan terdapat dua hal utama yang menjadi substansi. “Dalam pernikahan itu kan ada dua hal yang menjadi substansi, yang pertama adalah ijab qobulnya itu sendiri artinya proses pernikahan itu sendiri, dan yang kedua adalah resepsi atau dalam bahasa agama disebut dengan walimah,” ujarnya pada Kamis (23/4/26).

Ia menambahkan, dalam ajaran agama, resepsi atau walimah memang dianjurkan sebagai bentuk syiar dan pemberitahuan kepada masyarakat.

“Memang disunnahkan oleh Rasulullah Wasallam kita disunnahkan dengan mengundang tetangga, karib kerabat untuk sekaligus juga sebagai informasi atau pengumuman bahwa si fulan dan fulanah ini sudah menikah, substansinya kan di situ,” katanya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pelaksanaan resepsi seharusnya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

“Tentang bagaimana resepsi itu dilakukan, apakah dengan sederhana atau mewah tergantung kepada kemampuan, tapi jangan sampai menjadi beban tersendiri,” tegasnya.

Menurut Encep, fenomena pesta pernikahan yang dipaksakan hingga menimbulkan utang harus dihindari. Ia mengingatkan bahwa pernikahan merupakan awal perjalanan panjang dalam kehidupan rumah tangga.

“Betul, pernikahan ini kan dalam proses perjalanan hidup kita mungkin hanya satu kali, sehingga melaksanakan kegiatan pernikahan ini dengan yang lebih dari biasanya. Namun yang menjadi masalah itu jangan sampai menjadi masalah di kemudian hari karena resepsinya berlebih-lebihan sehingga mengeluarkan biaya besar padahal kemampuan terbatas, sehingga akibatnya utang, itu yang pada akhirnya malah jadi beban dalam proses perjalanan berumah tangga, itu harus dihindari,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan secara bijak sejak awal pernikahan. “Jangan sampai kita memaksakan sesuatu di luar kemampuan yang pada akhirnya malah justru menjadi beban tersendiri pasca pernikahan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Encep mendorong masyarakat untuk mengalihkan anggaran resepsi ke kebutuhan yang lebih produktif. “Dalam konteks efisiensi atau untuk mencari yang lebih bermanfaat, dana yang ada jadikan sebagai bekal dalam perjalanan berumah tangga, misalnya untuk beli rumah, kendaraan atau modal usaha,” ungkapnya.

Ia berharap ajakan untuk mengedepankan pernikahan sederhana dapat diterima masyarakat luas, terutama jika kondisi ekonomi tidak memungkinkan untuk menggelar pesta besar.

“Kita berharap masyarakat juga melakukan efisiensi, apalagi kalau di luar kemampuan jangan sampai dipaksa. Lebih bagus lagi kalau kita bisa memanfaatkan dana yang ada untuk bekal setelah menikah, karena dalam proses berumah tangga ke depan tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” pungkasnya.

Reporter: Sita

Editor: Redaksi Inapos 

 

 

52 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *