Kamis, April 16, 2026

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025. Foto: Nal/Hms
PemerintahDaerah

Harhubnas 2025: Gubernur DKI Pramono Anung Tekankan Transportasi sebagai Bakti untuk Negeri

INAPOS, JAKARTA.- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025 yang digelar di Silang Monas Sisi Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/9/25).

Dalam upacara tersebut, Pramono membacakan pidato sambutan Menteri Perhubungan Republik Indonesia yang menekankan pentingnya peran sektor transportasi sebagai urat nadi pembangunan bangsa.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh insan transportasi atas dedikasi dan kerja keras mereka.

“Bakti transportasi untuk negeri menjadi pengingat bahwa setiap infrastruktur dan layanan transportasi yang kita kelola merupakan bagian dari pengabdian insan perhubungan kepada bangsa dan masyarakat Indonesia,” ujar Pramono.

Hari Perhubungan Nasional, lanjutnya, menjadi momentum untuk merefleksikan diri sekaligus mengapresiasi peran besar insan transportasi di darat, laut, udara, dan perkeretapian yang telah menjaga kelancaran layanan transportasi agar tetap aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat.

Pramono menegaskan, transportasi yang terhubung dan terintegrasi dengan baik tidak hanya mendukung distribusi pangan serta ketersediaan energi, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi, membuka akses pendidikan, dan menciptakan lapangan kerja.

Dalam pidatonya, ia juga menyinggung tantangan besar yang dihadapi Indonesia saat ini, termasuk ketidakpastian geopolitik global dan kebutuhan untuk memperkuat kemandirian logistik nasional.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang lebih bijak dan efisien demi meningkatkan kualitas layanan transportasi.

“Kita perlu bekerja lebih efektif, menjaga akuntabilitas, memperkuat inovasi, sembari terus meningkatkan kualitas diri dan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Sebagai refleksi, Pramono mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah di sektor transportasi yang harus segera dibenahi. Pemerintah, katanya, harus memastikan sarana dan prasarana transportasi tidak hanya dibangun secara fisik, tetapi juga berfungsi optimal untuk kesejahteraan masyarakat.

Lebih jauh, ia menyoroti program padat karya tunai yang digalakkan Kementerian Perhubungan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dalam bentuk upah harian.

Program ini, menurutnya, menjadi langkah nyata sektor transportasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menyerap tenaga kerja.

“Kita perlu bersiap dan melaksanakan sebaik mungkin sebagai upaya nyata sektor perhubungan untuk mengambil peran dalam percepatan pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

Reporter: Zaenal

Editor: Redaksi Inapos 

 

50 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *